PDAM Lahat Suplai Air 20 Jam Perhari dan Siapkan Tanki

LAHAT wartaterkini.news–Musim kemarau beberapa bulan terakhir melanda di Kota Lahat tidak menganggu suplai air bersih ke pelanggan PDAM Tirta Lematang, khususnya untuk wilayah Kota Lahat.

Hanya saja, keluhan datang dari warga bukan pelanggan yang selama ini mengandalkan air sumur untuk beraktifitas memenuhi kebutuhan masak cuci kakus (MCK). Untuk melayani hal tersebut, PDAM sendiri menyediakan air tangki.

Hal ini diungkapkan Direktur PDAM Tirta Lematang Lahat, Hermidi, SH saat dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (10/10). Menurutnya, saat ini PDAM sudah mampu menyuplai 7.560 kubik perhari kepada 4.100 pelanggan yang ada di Kota Lahat. Dengan demikian,  semua pelanggan bisa terpenuhi dan dikatakanya,  tidak ada kendala dalam suplay tersebut kendati beberapa bulan terakhir Lahat diterpa kemarau.

Baca Juga :  49 Perwira Akademi Militer Terima Kenaikan Pangkat

“Saat ini kita sudah mampu memproduksi air atau suplay ke pelanggan 20 jam perhari. Secara kuantitas ketersedian air kita mampu melebihi kapasitas jumlah pelanggan. Bahkan, jika ada penambahan sambungan baru sekitar 9 ribu masih bisa dialiri,” terangnya.

Terkait adanya keluhan warga yang kesulitan air, dampak dari kemarau. Hanya saja,  ujarnya warga tersebut bukan pelanggan PDAM Lahat.  Sehingga, secara kewenangan pihaknya tak bisa berbuat apa apa. PDAM hanya bisa menyiapkan kendaraan tangki penyedia air bersih. Pihaknya sendiri, siap menyuplai air tengku tersebut jika ada permintaan.  Sejauh ini, PDAM sendiri sudah menyuplay beberapa tempat seperti Lapas Klas II A Lahat, Masjid Al Muttaqin dan beberapa tempat lainya.

Baca Juga :  Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Touna Lampaui Target

“Sejauh ini yang kami terima warga yang mengeluh warga yang tak berlangganan. Kami siap menyuplai air tengki jika ada yang memesan.  Satu tangki hanya Rp 150 ribu,” ujar Hermidi.

Disampaikan Hermidi, wilayah yang belum terserap layanan PDAM sendiri seperti Desa Muara Siban, Tanjung Payang, Kelurahan Pagar Agung, Sekip, perumahan yang baru bangun dan beberapa titik lainya. Selain faktor, belum ada jaringan ada juga warga yang enggan memasang PDAM dan hanya mengandalkan sumur.

Baca Juga :  Selamatkan Aset Sumsel, Gubernur–Kajati Teken Nota Kesepakatan Bersama

“Ya tentu jika ada anggaran kita ingin membangun jaringan pipanisasi sehingga wilayah yang belum berlangganan bisa segera menikmatinya,” harapnya. BRN (Pal/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini