Pasca Gempa Sulteng Kemenag Bangkit Melayani Umat

Jakarta,Wartaterkini.news– Menag Lukman Hakim Saifuddin mencanangkan gerakan ‘Kemenag Bangkit Melayani Umat’. Sebuah gerakan untuk membangkitkan semangat para aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama di Sulawesi Tengah pasca terjadinya bencana gempa. Suntikan moral maupun sumbangan material dari jajaran Kemenag pusat maupun daerah diharapkan menjadi motivasi tersendiri dalam melayani umat.

Menag berharap ASN Kemenag Sulawesi Tengah berada di posisi terdepan dalam proses pemberian bimbingan spiritual pasca bencana (trauma healing) bagi para penyintas. Terlebih, selama ini ada anggapan bahwa pegawai Kemenag adalah orang yang memahami ajaran agama. Posisi terdepan artinya pula tetap setia melayani meski dalam kondisi darurat dan serba terbatas.

“Seluruh keluarga besar Kemenag merasakan kesedihan mendalam atas gempa di Palu. Mereka bahu membahu membantu karena merasa sebagai sesama saudara. Karena itu, kepedulian ini penting untuk dijadikan momentum pembangkit semangat melayani umat,” kata Menag Lukman di Palu, sebagimana dilansir Kemenag.go.id, Senin (19/11).

Baca Juga :  Kukuhkan Pengurus GOPTKI Sumsel, HD: Taman Kanak - Kanak Tungku Pertama Pendidikan

Kunjungan kerja Menag ke Palu kali ini juga dalam rangka memastikan bahwa aksi Kemenag dalam penanggulangan dampak gempa, tsunami, dan likuefaksi telah berjalan baik, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan korban di lapangan.

“Saya ingin tahu perkembangan penanggulangan tersebut karena sebagian besar bantuan tanggap darurat itu adalah sumbangan ASN Kemenag. Penyaluran dan penggunaannya harus dipertanggung-jawabkan,” jelasnya.

Menag mengungkapkan, setelah komunikasi mulai pulih pasca bencana Palu dan Donggala, pihaknya segera membentuk Tim Satgas Penanggulangan Dampak Bencana. Satgas ini bertugas melakukan pemetaan hingga mengkoordinasikan penanganan pemulihan pasca bencana terutama pada pemangku kepentingan Kemenag.

Baca Juga :  Kapolres dan Bupati OKU Selatan Tinjau Vaksinasi di Pondok Pesantren

 

Selain berkoordinasi dengan instansi lain, satgas juga berhubungan dengan pihak luar negeri yang memberikan bantuan. Namun, tim hanya berfokus pada sasaran yang ada di bawah tanggung jawab Kemenag.

“Alhamdulillah, tim bekerja sesuai rencana berdasarkan tupoksi Kemenag. Bantuan tersalurkan sesuai target, langkah-langkah darurat juga dilakukan dengan baik,” kata Menag usai berkeliling meninjau kelas-kelas darurat.

Meski demikian, kata Menag, masih banyak hal yang perlu dilakukan dalam proses pemulihan. Karenanya, Menag meminta jajarannya untuk mengalokasikan program prioritas pada 2019 untuk Palu, terutama untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur di IAIN Palu, madrasah, kantor KUA, rumah ibadah, dan gedung Kantor Kemenag.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi PWI Kunjungi Polres OI

Ia menjelaskan, sasaran aksi Kemenag dalam penanggulangan dampak bencana di Sulawesi Tengah ini terdiri dari 4 kategori, yakni: a) lembaga pendidikan agama, b) kantor pelayanan Kemenag, termasuk KUA, c) rumah ibadah, dan d) SDM Kemenag yang mencakup karyawan, dosen, mahasiswa IAIN Palu serta siswa madrasah.

“Bencana telah memberikan pelajaran penting bagi kita untuk belajar menghadapi dinamika dan proses alam. Semoga seluruh jajaran Kemenag dan masyarakat Sulteng tetap sabar dan mampu menjalani kehidupan lebih baik,” pesannya. (Wandi/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini