Pagar Disegel Siswa SMKN 1 Jejawi Panjat Pagar

oleh -1.000 views

KAYUAGUNG,wartaterkini.news –– Para siswa yang hendak belajar terpaksa masuk dengan memanjat pagar bagian depan sekolah pasalnya pagar SMKN 1 Jejawi Kabupaten OKI disegel.Jum’at (26/10/2018).

Permasalahan lahan yang saat ini di atasnya berdiri Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mencuat kembali. Soalnya warga yang mengklaim proses jual beli lahan tersebut belum selesai, menyegel pagar sekolah.

“Tidak banyak, kita hanya minta penyelesaian masalah tanah ini. Ini prosesnya sudah sangat panjang,” kata Ir Yusron bin HM Yusuf Halim, yang mengakui lahan tersebut miliknya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini, akan tetapi hingga kini belum ada titik terang. Bahkan, pihaknya telah memberikan sanggahan kepada Bupati OKI, H Iskandar SE, tetapi tidak ada tanggapan.

Baca Juga :  Jubir Covid-19 Minta Masyarakat DKI Patuhi Aturan PSBB

“Waktu itu pernah kita kunci, tapi masih kita toleransi. Sidang terkait lahan ini hingga ke tingkat MA, kita menang. Jadi begini siapapun yang terkait, kita proses hukum, tidak perlu keluarga atau apa, yang perlu pembuktian diatas hukum,” tegasnya.

Sementara itu, meskipun sekolah telah disegel, ratusan siswa SMK tersebut masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. “Hari ini (26/10) anak-anak tetap sekolah, mereka lewat pagar. Anak-anak bilang pokoknya kami nak belajar. Oke belajar,” kata Kepala SMKN 1 Jejawi, M Arif.

Baca Juga :  Bupati OKU Selatan Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Narkoba dan Senjata Api 

Arif mengakui, bahwa dirinya belum terlalu paham permasalahan terkait lahan sekolah tersebut, karena dirinya sendiri belum lama bertugas di sana. “Tapi tetap akan saya usahakan, dan ini akan segera koordinasi dengan pemerintah setempat dan Dinas Pendidikan Provinsi. Apalagi sebentar lagi anak-anak mau ujian, termasuk yang kelas XII. Intinya berharap ada pemecahan terbaik dari masalah ini,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan OKI, H Masherdata Musa’i menuturkan, meskipun saat ini sekolah tingkat SMA telah tanggungjawab Provinsi, bukan berarti pihaknya akan lepas tangan. “Sekolah (SMA) sekarang kewenangan Provinsi, termasuk asetnya. Tapi pasca tahu ada penyegelan , kita langsung berkoordinasi untuk penyelesaian ini,” cetus Masherdata.

Baca Juga :  Asosiasi Kesehatan Haji Gelar Sosialisasi Antisipasi Penyakit Calon Jamaah Haji

Dari koordinasi ataupun pertemuan tersebut, menurut Masherdata, dihasilkan beberapa kesimpulan, diantaranya menyelamatkan proses pendidikan para siswa. Jika memang tidak bisa dijalin komunikasi atau kesepakatan dengan pemilik lahan, siswa sementara waktu akan sekolah di gedung milik SMAN 1 Jejawi.

“Jadi pindah dulu lokal belajarnya. Tapi sementara kita musyawarah dulu bagaimana jalan keluarnya. Kedua, kita akan koordinasi dengan pihak provinsi bagaimana penyelesaiannya,” jelasnya. Yang penting, lanjut Masherdata, bagaimana jangan sampai anak-anak (siswa) putus sekolah. “Kalau memang tidak ada jalan keluar, ini (pindah lokasi belajar) segera. Tapi tetap kita harapkan semuanya bisa diselesaikan baik,” tutupnya.(firman/red)

Print Friendly, PDF & Email