banner 728x250

Orang Morotai Pertama Jadi Pastor, Ini Yang Menjadi Kesan Pastor Edo Kembali Injak Bumi Moro

Foto Bersama Pastor Edo dan Umat Pusat Paroky HKY dan Stasi Tiley

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news Pastor Edo dengan nama aslinya RD. Edo Edwardo Salilo adalah pria berkelahiran Desa Tiley, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.

Ia dilahirkan pada 7 Maret 1993 atas Ibunda Alm. Polorensi Tonengan dan Ayahanda Alm. Frets Salilo kemudian ia diangkat menjadi anak dari Kornelis El dan Juliana David Salilo.

Berselang waktu, Pastor Edo menempuh pendidikan Strata satu di Sekolah Tinggi Seminari Pinelang – Manado.

Selanjutnya menjadi Tahbisan Imam Katolik di Gereja Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado pada 13 April 2024 oleh Uskup Keuskupan Agung Kupang MGR.Petrus Turang Pr. Didampingi Uskup Manado MGR Benediktus Roly Untu, MSC dan Uskup terpilih Uskup keuskupan Kupa MGR Hironimus.

Baca Juga :   Menteri LHK Minta Jajaran Konsisten Implementasikan Program sesuai Kebijakan Dasar

Setelah tiba di Morotai, kamis (09/05/2024) sekira pukul 09.00 WIT. menggunakan Wings Air, Pastor Edo kemudian disambut meriah dengan Tarian Adat Cakalele dan dilakukan pengalungan Kain Syal oleh Pastor Paroki Morotai yang diwakili Ketua Dewan Paroki Hati Kudus Yesus Morotai, M. Sitanggang beserta umat Katolik Pulau Morotai.

Diselah itu, Pastor Edo merasa terkesan dan meneteskan air mata dengan penyambutan yang begitu luar biasa oleh umat Paroki Morotai mulai dari Bandara Pitu sampai di Pusat Paroki HKY Morotai.

Baca Juga :   Hingga Kini Kades Cendana Goib, Bupati Morotai Akan Tunjuk Pj Kades Duduki Kursi Kosong

Ketika menginjakkan kaki kembali di Bumi Moro, Pastor Edo merasa merinding dengan mengingat kembali peristiwa masa lalu, yang memaksanya harus pergi mengembara ke negeri orang.

“Saat saya masuk kembali di daerah ini saya seperti merinding, dulu wilayah ini tempat terjadinya sejarah bahwa kita harus keluar mengembara ke daerah lain,” tuturnya

Namun menurutnya, keadaan memaksa bahwa ia harus kembali mendengar suara rintihan dimana orang membutuhkan doa kita.

Imam Katolik pertama asal Morotai ini berkomitmen, tetap mendoakan seluruh umat Katolik agar tetap kuat dalam iman meski di tengah-tengah sebagai minoritas.

“Saya tetap mendoakan kita semua agar tetap kuat dalam iman kita meski sebagai minoritas,” pungkasnya sembari menutup

Baca Juga :   Pemkot Bekasi Gelar Workshop Penguatan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan pada Satuan Pendidikan

Perlu diketahui, kehadiran Pastor Edo di Pulau Morotai guna melaksanakan Misa Perdana di Desa Tiley Pantai, karena Desa Tiley merupakan sejarah masa lalu dan tempat kelahiran Pastor Edo.
(Endi/Red)