Oknum Kepala Desa Kotadaro 1 Dilaporkan ke Tipikor

Indralaya,Ogan Ilir,wartaterkini.news– Gara-gara diduga memungut uang transportasi untuk mengangkut beras rastra Bulog di Desa Kota Daro 1 Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir (OI), oknum Kepala Desa (Kades) Abdul Halim alias Bo’ok dilaporkan ke Sat Tipikor Mapolres OI, Selasa (27/11/2018) pukul 10.00 WIB.

Ismail, Warga setempat mengatakan hampir 800 kk warga desa mendapatkan beras sebanyak 5 kg, namun beras gratis dari Kemensos RI melalui Bulog tersebut ternyata dipungut biaya Rp1100-1500/kg per kk, artinya mereka membayar sebanyak Rp5500-Rp7500 per kk. Desa Kota Daro 1 mendapatkan bantuan beras tersebut sebanyak 4ton, 50kg sehingga diperkirakan pungutan mencapai lebih dari Rp. 6 juta.

Baca Juga :  Warga Peninjauan Geger, Sukadi Tewas di Tusuk Tubuh Bersimbah Darah

“Kami ini ditipu kades, ditempat lain berasnya gratis, Ini harus bayar, Padahal bantuan pemerintah. kok masih dipungli Padahal uang sedikit saja untuk transportasi tidak bisa menutupi, “ujarnya.

Sementara itu, Oknum Kades Kota Daro 1 Abdul Halim alias Bo”ok mengatakan bahwa tidak ada pungli beras rastra, namun berdasarkan kesepakatan forum Desa bahwa ada uang transportasi untuk mengangkut dan mengemasi beras 5kg per kk.

Baca Juga :  Selama Covid-19, Bulog Jamin Pasokan Pangan Aman

“Yang melaporkan saya itukan yang ikut pilkades dan kalah Jadi tidak ada pungli, namun uang transportasi beras Rp1100-1500/kg berdasarkan kemufakatan forum Desa. Karena dari Bulog biaya angkut hanya Rp80/kg, otomatis kuranglah. Rumah warga jauh-jauh, jadi kita ambil biaya berdasarkan kesepakatan. Siapa yang mau menutupi ongkosnya. Jadi tidak ada pungli, ” Tegasnya

Terpisah, Kapolres OI AKBP Gazali Ahmad melalui Kanit Tipikor Ipda Rizki membenarkan sudah menerima laporan tersebut dan akan menindaklanjutinya.” (Arman/Red).

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini