Oknum Dinas PUPR OI Diduga Peras Pemborong

Indralaya,Ogan Ilir,Wartaterkini.news —Guna memuluskan pencairan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir (OI) oknum bendahara berinisial Ki2 alias RD diduga “main mata” dengan pemborong dengan meminta fee 1 persen untuk setiap pencairan proyek. Bayangkan jika ada proyek senilai ratusan miliar, tentunya hal ini merugikan pemborong.

Sedianya jabatan strategis dapat di manfaatkan untuk membantu dan menjalankan tugas dengan baik dan professional, ini malah sebaliknya Oknum ASN “RD” diduga meminta fee 1 persen dari nilai proyek.

Baca Juga :  Perdana Jalankan Tugas Sebagai Pj Bupati SBB, As'aduddin Gelar Do'a dan Syukuran

Menurut salah satu kontraktor yang enggan menyebutkan namanya mengatakan pihaknya didesak oleh oknum RD yang meminta jatah fee 1 persen untuk dirinya.

“Wah gila kemarin ribut semua pemborong, ketika Bendahara PUPR diduga minta jatah 1 persen dari pencairan. Ya pemborong yang takut tidak cair ngasilah, tapi pemborong yang melawan tidak mau ngasih fee tersebut,. Bayangkan kalau ada ratusan miliar proyek dan dia minta 1 persen bisa dikira-kira sendiri, ini jelas merugikan pemborong”. Keluh salah satu pemborong yang menolak namanya dipublikasika.

Baca Juga :  Referendum Papua Tidak Relevan, Tegas Menko Polhukam

Sementara RD saat dikonfirmasi membantah isu terkait fee 1 persen untuk pencairan proyek di Dinas PUPR OI.

“Itu hoax, jelas fitnah. Tidak ada minta jatah, apalagi zaman sekarang semua menyorot. Bunuh diri namanya itu, jadi saya tekankan tidak ada Itu fitnah kejam. Kami disini ini kerit (Letih-red), kami kerja, jam makan siang saja sampai pukul 14.30wib, boro-boro mau apa, pulang kerja sore terus. Jadi tidak ada yang seperti itu,” Tegasnya

Baca Juga :  BNNP Maluku dan Stakeholder SBB Gelar Rakor Sinergitas Program Pemberdayaan Alternatif

Sementara Sekretaris Dinas PUPR OI Tarmizi mengatakan tidak mengetahui hal tersebut,” saya belum tahu, malah tahu kabar begini dari wartawan. Tidak benarlah hal itu, kan sudah ditanya langsung ke bendaharanya, “Pungkasnya. (Arman/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini