Oknum Dinas Pendidikan OKU Selatan Diduga Lakukan Pungli Dana BOP PAUD dan Dalangi Manipulasi Data

OKU Selatan,wartaterkini.news--Dana BOP ( Bantuan Operasional Pendidikan) merupakan dana yang setiap tahun diterima oleh PAUD se-Kabupaten OKU Selatan. Dana BOP ini dicairkan berdasarkan Data Dapodik yang dikirim oleh operator sekolah setiap tahun anggaran. Data Dapodik tersebut harus disinkronisasikan terlebih dahulu, jika sudah sinkronisasi barulah sekolah yang bersangkutan dapat dimasukan dalam daftar sekolah yang berhak menerima BOP untuk tahun anggaran yang akan datang.

Untuk tahun 2018 ini lembaga PAUD Kabupaten OKU Selatan banyak yang terlambat mengirim Data Dapodik yang telah sinkronisasi. Keterlambatan dikarenakan jadwal yang semula di beritahukan berakhir awal November 2018, diubah berakhir tanggal 24 Oktober 2018.

Hal ini tentu saja membuat operator sekolah harus bekerja ekstra karena untuk sinkronisasi Data Dapodik diperlukan jaringan internet yang stabil. Karena masih banyak lembaga PAUD yang belum sempat sinkronisasi Data Dapodik, akhirnya di perpanjang lagi pada tanggal 28 Oktober 2018. Meskipun sudah diperpanjang hingga 2 kali akan tetapi masih saja ada sekolah yang belum sinkroisasi Data Dapodiknya.

Baca Juga :  74 Kepala Sekolah Terima SK Bupati OKU Selatan

Keterlambatan ini lah diduga dimanfaatkan oleh oknum pegawai Diknas untuk kepentingan pribadi atau golongan. Diduga Dengan cara memungut dana dengan pungutan Rp 65.000 per lembaga PAUD melalui PKG Kecamatan sekabupaten OKU Selatan. Pungutan tersebut dilakukan dengan alasan untuk dana transport ke kementrian guna menjuluk dana BOP tersebut agar disetujui oleh pihak kementerian.

Salah satu oknum Dinas Pendidikan yang berinisial M saat di konfirmasi membenarkan adanya pungutan tersebut dan itu atas instruksi dari ibu Z. Namun pungutan tersebut sudah dikembalikan lagi ke PKG kecamatan masing – masing.

“Memang benar ada pungutan tersebut yang diinstruksikan oleh ibu Z. Akan tetapi uang pungutannya telah dikembalikan ke PKG masing – masing kecamatan”

Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan Karakter, Cegah Penyimpangan Prilaku Anak

Selain itu oknum dinas pendidikan oku selatan berinisial M juga diduga melakukan pungutan liar (Pungli) dana BOP yang cair di bulan Agustus 2018 yang lalu. Nyaris seluruh lembaga PAUD yang ada dana BOP tersebut di pungut dengan variasi mulai dari kisaran Rp 1.000.000 sampai Rp 2.000.000. Tergantung dari jumlah siswa. Dengan cara setelah dana BOP cair seluruh Kepala Sekolah di minta untuk datang lagi ke Diknas.

Tak hanya itu dugaan adanya siswa titipan juga dilakukan oleh oknum-oknum Dinas Pendidikan tersebut. Setelah dana BOP PAUD cair oknum berinisial M tersebut memanggil kepala sekolah datang ke diknas untuk menyerahkan dana BOP siswa titipan tersebut.

“Kami datang seperti kondangan untuk menyerahkan dana siswa titipan tersebut”, ujar oknum kepala sekolah yang enggan disebut namanya

Baca Juga :  Kadisdik OKU Selatan Ingatakan Pentingnya Data Dapodik

Terpisah Kepala Dinas Dinas Pendidikan OKU Selatan Zulfakar Dani Saat dikonfrmasi mengenai perbutan bawahannya mengatakan bahwa ia tidak mengetahui mengenai hal tersebut.

“Saya tidak mengetahui adanya pungutan tersebut begitu juga dengan siswa titipan tersebut, oknum-oknum tersebut sudah saya panggil dan sudah saya perintahkan untuk mengembalikan pungutan yang telah dikumpulkan”, ujar Zulfakar.

Dengan adanya pungli dana BOP dari lembaga PAUD yang dilakukan oleh oknum yang berinisial M tersebut tidak memiliki dasar hukum. Sehingga perbuataan oknum tersebut merugikan pihak PAUD dan diduga ada unsur kesengajaan melakukan pungli dan korupsi tersebut demi kepentingan peribadi .

Sedangkan diketahui dalam kegiatan BOP PAUD tidak diperbolehkan adanya pungutan dana. Apa lagi ada istilah siswa titipan. (Jamhuri/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini