banner 728x250

OKI Perkuat Sinergi Antisipasi Bencana Karhutlah

OKI Sumsel, wartaterkini.news– Pemerintah Kabupaten OKI melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perkuat sinergitas lintas organisasi perangkat daerah, perusahaan lokal, dan pihak lain yang terlibat gelar Rapat Koordinasi untuk mencegah Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) kesiapsiagaan menghadapi bencana asap akibat karhutla tahun 2023.

Bupati OKI melalui Sekretaris Daerah, H. Husin, S.Pd, MM., M.Pd menyampaikan fenomena kebakaran hutan dan lahan harus jadi perhatian terutama berfokus dalam upaya pencegahan.

“Meskipun beberapa tahun terakhir cenderung aman dari fenomena kebakaran hutan dan lahan tetapi kita tetap harus siaga dan memperkuat sinergitas untuk melakukan pencegahan, karena dampak kerugian kebakaran hutan dan lahan yang sangat fantastis sebisa mungkin kita hindari,” ungkap Husin. Kamis, (23/02).

Baca Juga :   Tak Cuma Jual Gabah, Petani Air Sugihan Kini Produksi Beras Sendiri

Husin mengatakan ada empat wilayah kecamatan yang potensi terjadi Karhutlah Yaitu Kecamatan Pampangan; Kecamatan Pangkalan Lampan, Kecamatan Cengal dan Kecamatan Sungai Menang.

“Meskipun empat wilayah ini yang potensial terjadi karhutlah, namun kami tekankan untuk wilayah lain juga harus melakukan pencegahan secara maksimal. Lebih baik kita cegah daripada mengatasi,” imbuhnya.

Husin menyampaikan  telah cukup banyak langkah dan upaya yang telah dilakukan dalam pencegahan karhutlah, salah satunya terbit Peraturan Buapti tahun 2016 tentang Sistem Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.

Baca Juga :   Serahkan DPA 2023 Bupati OKI Ingatkan 3 Arahan Presiden

“Jaga dan perkuat terus sinergitas, kita fokus pencegahan secara maksimal,” Pesan Husin.

Sebelumnya, Kepala BPBD OKI Listiadi Martin berfokus pada pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi terjadinya Karhutla.

“Kita bangun keterpaduan untuk mengoptimalkan sumber daya yang kita miliki dalam pencegahan maupun  penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” kata Listiadi.

Ia menambahkan, 70 persen berfokus pencegahan daripada penanggulangan.

“Semua kemampuan dan sumber daya kita optimal untuk pencegahan terjadi Karhutlah di OKI. Jaga Alam maka Alam Jaga Kita,” tutupnya. (Fitri/Red)