banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250
OI  

Musda IV KAHMI Ogan Ilir: Era Baru dengan Sistem Kepemimpinan Presidium

Indralaya,Wartaterkini.News – Musyawarah Daerah (Musda) ke-4 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Ogan Ilir menandai babak baru dalam perjalanan organisasi dengan mengadopsi sistem kepemimpinan kolektif-kolegial. Jika sebelumnya dipimpin oleh seorang ketua umum, kini KAHMI Ogan Ilir akan dikelola oleh lima presidium yang berasal dari berbagai latar belakang.

Dalam Musda yang digelar pada 15 Februari 2024, lima presidium terpilih untuk periode 2025-2030 adalah Umar Saferi, Sandi Pusaka Herman, Muhammad Hajib, Muhammad Mal’an, dan Uswatun Hasanah. Mereka diharapkan mampu membawa organisasi ini lebih progresif dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

 

Profil Presidium KAHMI Ogan Ilir 2025-2030

 

1. Umar Saferi – Seorang birokrat yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas Perhubungan Pemkab Ogan Ilir. Dengan latar belakang sebagai mantan Ketua Umum HMI Cabang Curup dan pengalaman di Pengurus Besar HMI, ia diharapkan mampu menjembatani sinergi KAHMI dengan pemerintah daerah.

2. Muhammad Hajib – Dari unsur akademisi dan tokoh agama, Hajib adalah ASN di MTs Negeri 2 Ogan Ilir sekaligus dai muda yang aktif di berbagai organisasi seperti ICMI dan Baznas Ogan Ilir. Alumni HMI Cabang Bengkulu ini dipandang dapat memperkuat aspek intelektual dan keagamaan dalam kiprah KAHMI.

Baca Juga :  Disdikbud Ogan Ilir Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Dana BOP PAUD

3. Sandi Pusaka Herman – Seorang profesional di bidang media, Sandi adalah Pemimpin Redaksi Tribunepos.com dan pendiri Sekolah Jurnalis Desa Indonesia (SJD-Indonesia). Pengalamannya di dunia jurnalistik dan advokasi diharapkan memperkuat komunikasi publik serta peran KAHMI dalam menyuarakan isu-isu strategis.

4. Muhammad Mal’an – Mewakili unsur pengusaha, Mal’an dikenal sebagai kontraktor yang turut berperan dalam pembangunan Gedung KAHMI Ogan Ilir. Lulusan STPMD “APMD” Yogyakarta ini diharapkan dapat membawa inovasi dalam kemandirian ekonomi organisasi.

5. Uswatun Hasanah – Satu-satunya perempuan dalam presidium, Uswatun merupakan mantan Ketua FORHATI Ogan Ilir dan tenaga medis honorer yang aktif memperjuangkan hak tenaga kesehatan. Kehadirannya diharapkan memperkuat peran perempuan serta membangun gerakan sosial keislaman yang inklusif.

 

Sistem Presidium dan Harapan ke Depan

Perubahan sistem kepemimpinan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari tokoh senior KAHMI, KH. Mudrik Qori.

“Dengan sistem presidium, kepemimpinan lebih kolektif dan tidak bergantung pada satu figur saja. Ini juga mencegah fragmentasi internal,” ujarnya.

Baca Juga :  Fraksi PDIP DPRD OI Sayangkan Pengurus Parpol Lolos Jadi PPS

KH. Mudrik Qori yang juga Mudir Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya berharap kepemimpinan baru ini dapat mempererat persaudaraan antaralumni HMI serta menghasilkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Tantangan ke depan bagi KAHMI Ogan Ilir adalah bagaimana organisasi ini bisa menjadi wadah bagi alumni HMI untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Kami berharap kepemimpinan baru ini lebih progresif dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman,” tuturnya.

Dengan semangat baru dan kepemimpinan kolektif, KAHMI Ogan Ilir diharapkan mampu mengembangkan program kerja yang lebih inklusif, berorientasi pada pemberdayaan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (Arman/Red)