Senin, Mei 23, 2022
Google search engine
BerandaBeritaMiras dan Pergaulan Bebas Picu Terjadinya Kasus Asusila

Miras dan Pergaulan Bebas Picu Terjadinya Kasus Asusila

Magelang Jateng, wartaterkini.news–Tindak asusila dan pemerkosaan yang terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah Minuman Keras (Miras) dan Pergaulan Bebas. Kurangnya kontrol dari orang tua dan masyarakat sekitar juga dapat menjadi faktor penyebab tindak asusila.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun, S.H., S.I.K. usai menggelar Konferensi Pers kasus tindak asusila yang terjadi di wilayah hukum Polres Magelang, Jumat (14/01/2022).

“Selain itu kalau di daerah kita adalah mulai terkikisnya adat istiadat budaya Jawa. Perilaku sopan santun yang sudah mulai hilang itu menjadi celah bagi pelaku tindak asusila,” katanya.

Baca Juga :  Kapolres Magelang Silaturahim Dengan Tokoh Muhammadiyah

Untuk itu pihaknya akan selalu mendorong Bhabinkamtibmas untuk dapat bersinergi dengan masyarakat menggalakkan kembali edukasi kearifan lokal dan adat istiadat tersebut dalam rangka upaya mencegah terjadinya tindak asusila.

Tempat dan rumah kosong menurut Kapolres menjadi tempat yang sering digunakan untuk melakukan tindak asusila. Untuk itu dirinya mengimbau kegiatan Siskamling agar dapat terus digalakkan untuk mengetahui keluar masuk warga terutama di malam hari.

“Orang yang bermalam bisa kita ketahui itu siapa, keperluannya apa. Sehingga ini dapat menjadi deteksi dini mencegah terjadinya hal tersebut (tindak asusila),” lanjutnya..

Baca Juga :  Hak dan Perlindungan Anak Mendapat Perhatian Ketua DPRD Jepara

Sajarod menjelaskan jika sebagian besar tindak asusila selalu diikuti dengan tindakan intimidasi dari pelaku kepada korban. Karena melalui intimidasi maupun ancaman korban akan merasa takut sehingga pelaku dapat melakukan tindak asusila dengan leluasa.

“Selain intimidasi dan ancaman juga karena adanya bujuk rayu dari pelaku sehingga korban terlena dan mengikuti keinginan pelaku,” jelasnya.

Faktor lain yang menyebabkan tindak asusila menurut Sajarod adalah kurangnya filter dalam menggunakan media sosial. Ketika masyarakat memiliki filter dan bijak dalam bermedia sosial menurutnya justru akan memberikan banyak manfaat.

Baca Juga :  Kabar Penculikan Anak Tersebar di Medsos, Kapolres Magelang: Itu Tidak Benar

“Media sosial itu tergantung bagaimana masyarakat menggunakannya. Ada filter yang baik atau tidak. Kembali lagi orang tua juga harus menerapkan fungsi kontrol anak dalam bermedia sosial,” ujarnya

Kapolres berharap, kasus pemerkosaan yang terjadi di wilayah Kecamatan Windusari yang dirilis oleh Polres Magelang dapat menjadikan peringatan untuk bersama-sama mencegah terjadinya tindak asusila. (Narwan/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Covid-19 Counter

Indonesia
6,052,590
Total Kasus
Updated on 22 May, 2022 7:08 pm

Paling Populer

Headline News