Merinding !!! Ratusan Suporter Arema FC Meninggal Dunia Saat Laga Pertandingan di Stadion Kanjuruan Sabtu Malam

Malang Jawa Timur, wartaterkini.news– Lebih dari 120 orang meninggal saat kericuhan terjadi usai pertandingan Derbi Super Jatim antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam. Minggu (02/10/2022)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo mengatakan, lebih dari 120 orang telah meninggal. Pihaknya masih mendata jumlah korban luka yang terdapat di tiga rumah sakit kota dan kabupaten Malang.

“Lebih dari 120 orang meninggal, mereka meninggal karena caos, berdesak-desakan, terinjak-injak dan sesak napas”, jelasnya

Baca Juga :  Ini Alasan Bupati Labuhanbatu Mengapa Tidak Menemui 14 Ibu Rumah Tangga Yang Demon..!!

Wiyanto menambahkan korban luka yang pasti lebih dari seratus dan dirujuk ke rumah sakit Saiful Anwar dan rumah sakit Kanjuruan.

Kericuhan tersebut bermula saat ribuan suporter Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah. Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan Stadion Kanjuruhan menggunakan empat mobil Polri, barracuda.

Sementara beberapa pemain Arema FC yang masih di lapangan lantas diserbu pemain. Kericuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya.

Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut. Ada kobaran api pada sejumlah titik di dalam stadion tersebut.

Baca Juga :  Unjuk Rasa Mahasiswa Pagar Alam Berakhir Kecewa, Satupun Dewan Tak Bisa di Jumpai

Terlihat dua unit mobil polisi yang salah satunya adalah mobil K9 dibakar. Sementara satu mobil lainnya rusak parah dengan kaca pecah dan dalam posisi miring di bagian selatan tribun VIP.

Dengan jumlah petugas keamanan yang tidak sebanding dengan jumlah ribuan suporter Arema FC tersebut, petugas kemudian menembakkan gas air mata di dalam lapangan.

Tembakan gas air mata itu membuat banyak suporter pingsan dan sulit bernafas. Banyaknya suporter yang pingsan, membuat kepanikan di area stadion.

Baca Juga :  Menteri PANRB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

Banyaknya suporter yang membutuhkan bantuan medis tersebut tidak sebanding dengan jumlah tenaga medis yang disiagakan di Stadion Kanjuruhan.

Para suporter itu, banyak yang mengeluh sesak nafas terkena gas air mata dan terinjak-injak saat berusaha meninggalkan tribun stadion. Para suporter tersebut panik dan akhirnya berhamburan.

Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang Jadi Sorotan Media Internasional 56 Ambulans Dikerahkan Evakuasi Ratusan Penonton Dalam Tragedi di Kanjuruhan 180 Orang Masih Menjalani Perawatan Buntut Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. (**)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini