Menteri Riset Teknologi dan Pendiidikan Tinggi Gelar Kunger Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca

Palembang,wartaterkini.news – Sebagai dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca di Indonesia baik untuk manajemen sumber daya air, mitigasi bencana hidrometereologi dan pengamanan acara-acara kenegaraan, Menteri Riset  Teknologi dan Pendiidikan Tinggi (Menristekdikti) RI  Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., AK melakukan kunjungan kerja Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk penanggulangan siaga darurat bencana asap akibat karhutla di Posko Satgas Karhutla BPBD Prov.Sumsel, Jalan Arah Bandara SMB II, Sabtu (27/10/2018).

Dalam sambutannya Menristekdikti RI , Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., AK menyampaikan kedepan sesuai dengan nawa cita Presiden Joko Widodo yang ingin mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor ekonomi domestik terutama sektor pertanian  yang dititikberatkan pada upaya mewujudkan kedautan pangan maka Kemenristekdikti juga berharap TMC dapat diterapkan untuk mendukung nawa cita tersebut.

Kemenristekdikti mendukung jika TMC ini dapat diterapkan di sektor pertanian seperti awal mula diterapkannya TMC di Indonesia yang ingin meniru pemanfaatan TMC di Negara Thailand.

“TMC ini dapat diterapkan sebagai salah satu solusi untuk mewujudkan kedaulatan pangan dengan upaya menambah curah hujan untuk menyuplai pasokan air irigasi pada 10 provinsi teratas penghasil beras di Indonesia guna meningkatkan hasil produksi beras nasional”, kata Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., AK.

Baca Juga :  Peringatan HPN Walikota Alpian Maskoni bersama Wartawan Turun Kejalan Bagi-bagi Masker dan Vitamin

Kebakaran hutan bisa disebabkan oleh faktor alam dan juga akibat ulah manusia untuk itu kita harus mengedukasi masyarakat agar tidak membakar hutan dalam membuka lahan lanjut Prof. H. Mohamad Nasir.

Menristekdikti juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPBD Prov.Sumsel atas kerjasamanya dalam penanggulangan bencana asap akibat karhutla yang terjadi di Sumsel.

“Saya sangat berterima kasih  atas kerjasama dengan BPBD Sumsel  dan kita harus terus bekerjasama untuk pemanfaatan TMC secara baik sehingga selain dapat menanggulangi bencana asap tetapi juga dapat meningkatkan produksi pertanian,” pungkas Prof. H.Mohamad Nasir.

Sementara Plh. Kepala BPPT  Prof. Winfi Agung Nugroho menjelaskan setiap tahun TMC selalu diupayakan dalam hal mitigasi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah lahan gambut di Indonesia khususnya di Sumatera Selatan.

“TMC telah memberi dampak positif yang dirasakan seperti jarak pandang / visibilty yang baik sehingga kegiatan penerbangan tidak terganggu dan kondisi udara yang sehat karena tidak adanya asap yang dapat mengganggu pernapasan”, ujarnya

Baca Juga :  Diskominfo Prov.Sumsel Bersama YSKI Gelar Sosialisasi Kanker

Menambahkan Plh. Kepala BPPT Kegiatan TMC di Sumatera Selatan pada tahun 2018 ini telah dilaksanakan sejak 16 Mei 2018 hingga sekarang dan sudah menghasilkan air hujan sekitar 693 juta m3 yang telah memadamkan titik api dan membasahi lahan gambut untuk mencegah timbulnya titik api yang dapat menimbulkan bencana kebakaran hutan dan lahan.

Selain di Sumatera Selatan, BPPT juga sebelumnya membuka Posko yang sama di Pontianak Kalimantan Barat. Kegiatan di Kalimantan Barat berlangsung dari tanggal 19 Agustus – 9 Oktober 2018 dan sudah menghasilkan air hujan sebanyak 472 juta m3. Kegiatan di Kalimantan Barat selanjutnya dihentikan karena kondisi curah hujan yang sudah cukup tinggi di daerah tersebut dan dirasa sudah aman dari gangguan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Saat ini, Teknologi Modifikasi Cuaca selain diaplikasikan dan dimanfaatkan untuk mitigasi bencana hidrometeorologi seperti kekeringan, banjir dan bencana kabut asap akibat karhutla, Teknologi Modifikasi Cuaca juga sudah dipercaya dalam pengamanan proyek strategis nasional dan kegiatan penting kenegaraan yang bersifat nasional dan internasional baik untuk mengurangi gangguan kabut asap maupun menjaga agar lokasi kegiatan tidak terkendala oleh cuaca ekstrem seperti (1) Sea Games pada tahun 2011 di Provinsi Sumatera Selatan dalam pengamanan mengurangi curah hujan; (2) Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau pada Tahun 2013 yang terganggu kabut asap maupun curah hujan di areal lapangan olahraga; (3) Islamic Solidarity Games di Sumatera Selatan Tahun 2013; (4) Redistribusi curah hujan di wilayah DKI pada tahun 2013 dan 2014; (5) Pengurangan curah hujan di area proyek Pembangunan Jalan Tol Samarinda-Balikpapan Tahun 2018; (6) Kegiatan Asian Games 2018 di Jakrta dan Palembang; (7) Acara Annual Meeting IMF-World Bank di Bali serta kegiatan kenegaraan lainnya seperti peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara, terang Prof. Winfi Agung Nugroho.

Baca Juga :  Operasi Patuh Candi Tahun 2021 Dimulai, Polres Magelang Kota Gelar Pasukan

Hadir dalam acara kunker ini Dirjen Risbang, Deputi TPSA, PLH Kepala BPPT, Rektor Unsri, Polda Sumsel, Dansatgas Karhutla Korem 044 Gapo, Danlanud SMH Palembang, Kalaksa BPBD Sumsel, Dinas Kominfo Prov.Sumsel, BMKG, PT. Angkasa Pura II, Airnav Angkasa Pura II, Kabid, Kasi, Staf BPBD Sumsel. (Cly/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini