Menpora: Satgas Antimafia Bola Tantangan bagi PSSI

TASIKMALAYA,Wartaterkini.news– Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan kehadiran Satuan Tugas Antimafia Sepak Bola yang dibentuk Kepolisian Republik Indonesia menjadi tantangan bagi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk bersikap akomodatif.

“Kami tidak akan berhenti untuk mendorong Satgas Antimafia Sepak Bola agar melakukan upaya pencegahan serta rasa efek jera. Saya berharap langkah-langkah cepat dari satgas itu memotivasi PSSI untuk mendorong komisi disiplin bertindak lebih cepat,” kata Menpora Imam Nahrawi ketika mengunjungi Lapangan Sepak Bola Lodaya Sakti di Desa Cisayong Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019).

Baca Juga :  PWOIN Magelang Raya Silaturahmi Dengan Danrindam IV/Diponegoro

Kemenpora, menurut Menpora, telah meminta PSSI utuk memanfaatkan posisi komisi disiplin dengan baik dan melakukan tindakan yang benar serta tegas bahkan sebelum Polri melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola di Indonesia.

Diketahui, Satgas Antimafia Sepak Bola Polri pada Senin (13/1/2019) menetapkan 10 tersangka terkait kasus pengaturan pertandingan sejak pertengahan Desember 2018. Namun, penyidik Polri hanya menahan enam tersangka, yaitu Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota komisi wasit PSSI Priyanto, bersama anaknya Anik, anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, wasit Liga 3 Nurul Safarid, dan staf direktur perwasitan PSSI ML. Empat tersangka lain, yaitu P, CH, MR, dan DS, belum ditangkap dan ditahan penyidik Polri.

Baca Juga :  Turut Berbelasungkawa, Kasat TNI AD Sambangi Kediaman Ridwan Kamil¬†

Tersangka pengaturan skor itu terancam dijerat Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP, juga UU RI No.11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap, dan Pasal 3, 4, 5, UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (Ant Jpp)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini