Menparekraf RI: Mengenal Toilet Ramah Lingkungan

oleh -165 views
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Rapat tersebut beragendakan penyampaian program-program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

Jakarta, wartaterkini.news–Masih ingat program revolusi toilet yang kerap digadang-gadang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno? Saat rapat kerja dengan Komisi X DPR pertengahan Januari, itu menegaskan revolusi pariwisata harus dimulai dari kebersihan toilet.

Deklarasi “revolusi toilet” ini berawal dari permintaan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat rapat yang dilakukan secara virtual awal Januari. Saat itu Luhut meminta agar Sandi memperhatikan kebersihan toilet di 5 destinasi super prioritas yakni Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. “Agar mereka yang datang nanti tidak kapok,” kata Luhut.

Sandi tak keberatan dengan penugasan itu. “Saya merasa terhormat karena bahwa ya percuma kita punya destinasi berkualitas, tapi toilet tidak berkualitas,” kata Sandiaga.

Menurut Sandi, kondisi toilet yang acap kotor di pelbagai titik wisata memberikan pengalaman buruk bagi wisatawan, tak terkecuali wisatawan asing. Toilet menjadi unsur penting lantaran saat melancong, turis pasti menyambangi tempat tersebut.

Baca Juga :  Masyarakat Liaro Keluhkan Buruknya Akses Jalan dan Komunikasi¬†

Toilet Ramah Lingkungan

Pertanyaannya, bagaimana toliet yang cukup bagus dan ramah lingkungan untuk menunjang tempat pariwisata itu? Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) punya contohnya.

Untuk menunjang sarana pariwisata strategis itu, Kementerian PUPR menggagas pengembangan teknologi toilet wisata ramah lingkungan.

Ada empat yang digunakan dalam toilet ramah lingkungan ini. Teknologi itu meliputi: air bersih (teknologi aerasi), air limbah (biofil dan kolam sanita) serta saringan pasir cepat dan dilengkapi dengan toilet wisata dan menara pandang (one stop place for technologies).

Prototipe teknologi ini telah diterapkan Kementerian PUPR di beberapa destinasi wisata di Indonesia seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas Danau Toba Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2018 dan KSPN Morotai Provinsi Maluku Utara pada 2019.

Baca Juga :  Selesai Beberapa Bulan yang Lalu, Pihak Panitia MTQ Pematangsiantar Masih Menyisakan Hutang

Dalam pengolahan air limbah toilet wisata menerapkan teknologi biotour. Teknologi ini merupakan pengembangan rangkaian teknologi biofil, di mana air limbah diproses menggunakan sistem anaerobik dalam bak penampungan berkapasitas sekitar 5.000 liter.

Biofilter mengolah air limbah dari closet, wastafel, dan urinoir toilet yang selanjutnya dialirkan ke empat kolam sanita dilengkapi dengan batu koral dan ditanami tanaman air berbeda jenis seperti kana air, bambu air, papyrus serta melati air.

Teknologi ini punya beberapa keunggulan di antaranya meningkatkan kualitas sanitasi di kawasan pariwisata, mempermudah akses wisatawan terhadap prasarana sanitasi, dan meningkatkan kesan estetis pada Instalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Studi Banding Bidang Pariwisata di Labuan Bajo

Satgas Toilet Indonesia

Agar kondisi toilet terjaga, Menteri Sandi berencana membentuk Satgas Toilet Indonesia. Satgas ini nantinya akan bekerja di seluruh obyek wisata di Indonesia.

Satgas toilet nasional nantinya juga diminta untuk memperhatikan budaya dan kearifan lokal masyarakat. Hal ini penting mengingat cara penggunaan toilet bisa berbeda-beda satu daerah dengan daerah lainnya.

“Waktu saya bilang satgas toilet nasional itu banyak sekali yang daftar, termasuk ibu dan istri saya karena kalau ke tempat baru itu mereka selalu mengecek kebersihannya,” kata Sandi.

Kebersihan toilet memang kerap menjadi soal di negeri ini. Padahal, kebersihan –termasuk toilet– merepresentasikan baik buruknya tempat pariwisata. Kebersihan toilet juga merupakan langkah awal untuk memulai lompatan besar di sektor pariwisata. (infopublik)

Print Friendly, PDF & Email