Senin, Mei 23, 2022
Google search engine
BerandaBeritaMengenal St. Bonifasius dan Sejarahnya Menjadikan Pohon Cemara Sebagai Simbol Natal

Mengenal St. Bonifasius dan Sejarahnya Menjadikan Pohon Cemara Sebagai Simbol Natal

Maumere NTT, wartaterkini.news–Perayaan Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember merupakan hari raya besar bagi umat Kristiani diseluruh dunia sebab memperingati hari kelahiran ‘Sang Juru Selamat’ Yesus Kristus.

Untuk merayakan Natal, pastinya umat Kristiani selalu identik dengan dekorasi pohon Cemara atau yang lebih sering terdengar ditelinga masyarakat Ialah Pohon Natal.

Namun disini ‘kita’ tentunya akan bertanya – tanya Siapa orang pertama yang mengenalkan pohon Cemara untuk dijadikan simbol Natal dan bagaimana sejarahnya?

Dilansir dari salah satu akun YouTube ‘Magnificat Chanel’ sejarah pohon Natal berasal dari Santo Bonifasius. Sebelumnya ia dikenal dengan nama Winfried.

Ia merupakan keluarga Kristen, sehingga para Misionaris biasanya singgah di rumah orangtuanya dan bercerita tentang pengalaman, sehingga menggugah hatinya untuk mengikuti jejak mereka.

Ketika beranjak dewasa ia masuk biara Nursling, Inggris. Pada usianya yang ke 30 tahun ia menjadi imam dan di utus ke Frista lalu pergi ke Roma, Italia.

Baca Juga :  Terkait Perayaan Natal Pemda, Kabag Kesra Bakal Koordinasi dengan Organisasi Pemuda Kristen Morotai

Sesampainya di Roma, dirinya diterima oleh Paus Gregorius II dan paus memberikan nama Bonafasius yang berarti ‘Mujur’.

Pada Tahun 722, Paus Gregorius II mengangkat Santo Bonafasius sebagai Uskup dengan wilayah Yuridiski atas seluruh Jerman.

Tantangan terbesar saat itu ialah ia harus memberantas takhayul Kafir yang sedang berkembang di Jerman, oleh karena itu ia terus mewartakan Injil selama hidupnya.

Suatu ketika ia pergi ke Roma, Italia, dan meninggalkan jemaatnya di Jerman selama 15 Tahun. Pada kesempatan itu jemaatnya kembali ke kebiasaan awal yaitu mempersembahkan kurban berhala dibawah pohon Oak. Mereka meyakini di pohon itu tempat bersemayam Dewa Thor, Petir dan Perang.

Setelah kembali dari Roma iapun melawan kebiasaan ini dengan menebang pohon Oak. Suatu ketika jemaatnya bertanya, bagaimana mereka bisa merayakan Natal? Santo Bonifasius pun menunjuk pohon Cemara.

Baca Juga :  Tindak Lanjut Edaran Uskup Amboina, Umat Katholik Morotai Kembali Beribadah di Gereja

“Pohon ini adalah kayu kedamaian karena rumahmu dibangun dari pohon ini. Itu adalah tanda kehidupan yang tak ada habisnya karena daunnya selalu hijau. Lihat bagaimana pohonnya menunjuk ke atas ke surga,” kata Santo Bonifasius kepada jemaatnya yang dikutip media ini lewat keterangan akun YouTube Maginficat Channel.

Ada beberapa hal yang ditekankan Santo Bonifasius terkait Pohon Cemara, Pertama ; daunnya yang selalu hijau sepanjang tahun diartikan sebagai simbol kedamaian dan kekekalan. Kedua ; bentuk pohon Cemara yang runcing ke atas, hal ini menyimbolkan perjalan ke surga. Ketiga ; pohon yang berbentuk segitiga menjulang ke atas dan hijau sepanjang tahun.

“Hal – hal ini mengingatkan kita kepada misteri Allah Tritunggal yaitu Allah turun kedunia dalam diri Yesus di hari raya Natal untuk menyelamatkan semua orang,” terang seorang Frater pemilik akun YouTube Magnificat Channel.

Baca Juga :  Umat Katolik Pulau Morotai gelar Perayaan Natal Penuh Hikmat

Tambahnya, menurut cerita dimana peristiwa Santo Bonifasius menunjuk pohon Cemara untuk dijadikan simbol Natal para jemaatnya pun mengambil pohon tersebut dan membawanya ke rumah masing – masing.

Mereka pun menghiasi pohon Cemara tersebut dengan aksesoris seadanya. Barulah dalam perkembangan zaman banyak Kristiani menambahkan aksesoris lain.

Dalam artian tertentu sejarah pohon Natal ini tidak berasal dari peristiwa kelahiran, zaman atau asal tempat Yesus, tetapi pohon Natal ini tidak bertentangan dengan pengajaran Kitab Suci, bahkan dipercaya memiliki simbol Trinitas didalamnya.

Santo Bonifasius terus mewartakan Injil hingga dikenal sebagai ‘Rasul Jerman’ dan wafat sebagai Martir tahun 754. (Kevin Jorge/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Covid-19 Counter

Indonesia
6,052,590
Total Kasus
Updated on 23 May, 2022 9:10 am

Paling Populer

Headline News