banner 728x250

Mengenal ‘Pulau Seribu Masjid’ di Peringatan Hari Nusantara 2023

Tidore Malut, wartaterkini.news–Peringatan Hari Nusantara 2023 berlangsung pada 10 hingga 13 Desember 2023 yang dipusatkan di kawasan wisata Pantai Tugulufa, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara (Malut).

Dikenal dengan julukan ‘Pulau Seribu Masjid’ mungkin dikarenakan Tidore merupakan salah satu kerajaan Islam terbesar di Indonesia.

Kepala Bidang Layanan dan Pengembangan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore, Iskandar menjelaskan, Tidore Kepulauan mendapat julukan ‘Negeri Seribu Masjid’ dikarenakan jumlah masjid yang cukup banyak di pulau yang berada di Maluku Utara, Indonesia.

Pulau itu terletak disebelah barat Pulau Halmahera yang letak pulaunya sangat dekat dengan Ternate.

Perjalanan ke Tidore sendiri hanya memakan waktu sekitar 10-15 menit menggunakan speedboat dari Ternate.

Transportasi lainnya adalah kapal Ferry dan kapal motor yang beroperasi hingga sore hari. Di pulau itu juga dahulu pernah berdiri Kesultanan Tidore.

“Mulai dari masuk Pelabuhan Rum Tidore, hampir setiap 500 meter itu ada Masjid. Oleh karena itu kita disebut negeri seribu masjid,” kata Iskandar di kawasan wisata Pantai Tugulufa, Kota Tidore Kepulauan, Selasa (12/12/2023).

Baca Juga :   BRIN Kaji Dampak Perubahan Iklim di Masyarakat Pesisir dan Pulau Kecil

Salah satu masjid tertua adalah Masjid Sultan Tidore yang dibangun pada 1700 masehi.

Masjid Sultan Tidore sudah mengalami beberapa kali perbaikan terutama pada bagian atap. Pada awalnya masjid itu beratapkan daun kusu-kusu atau alang-alang.

Kemudian, pada 1750 atap alang-alangnya diganti dengan atap daun rumbia, dan pada 1984 baru diganti dengan menggunakan seng.

Walaupun bentuk arsitektur asli masjid diupayakan sesuai dengan aslinya, namun penggunaan material masa kini membuat masjid terlihat berbeda.

Keunikan yang dimiliki oleh masjid itu terdapat di bagian dalam yaitu lubang yang menyerupai jendela, di mana memiliki makna bahwa pada dahulu kala difungsikan sebagai tempat melihat arah kiblat.

Menurut dia, masyarakat Tidore pun masih memegang teguh adat dan budaya. Salah satunya adalah tari Salai Jin yang sangat popular di Ternate dan Tidore, Maluku Utara.

Sesungguhnya tarian itu adalah salah satu ritual adat yang memiliki nilai tradisi dan filosofi yang tinggi di masyarakat adat Ternate.

Baca Juga :   50 Personel Polres OKU Selatan Kawal Pembongkaran Bangunan di Bibir Pantai Danau Ranau

Sejarah mencatat, jauh sebelum masyarakat Ternate memeluk agama Islam yang dibawa oleh para pedagang rempah dari Sumatra dan Jawa, mereka menganut animisme dan dinamisme.

Pengaruh kepercayaan para leluhur itu terlihat dari ritual-ritual adat yang masih melibatkan arwah para leluhur yang dikenal sebagai jin.

Mereka mempercayai adanya kehidupan lain yang memiliki kekuatan di alam yang berbeda. Salah satunya terbukti lewat Tari Salai Jin.

Pasalnya, tarian ini diadakan untuk meminta pertolongan roh halus atau penguasa alam setempat yang disebut jin.

Seperti umumnya tari tradisional di berbagai daerah di Indonesia, tari Salai Jin itu telah diturunkan dari nenek moyang orang Ternate.

“Salai Jin itu ada beberapa macam. Contoh di kampung saya, jika ada orang yang berlayar cari ikan hilang di laut, itu diadakanlah ritual Salai Jin,” terang dia.

Menurut dia, ritual itu akan terus menerus dilakukan hingga orang yang hilang itu ditemukan hidup atau mati.

Baca Juga :   Wamenkominfo Dukung Inisiatif APDI Gandeng Perusahaan Global

“Tradisi itu masih dilakukan hingga saat ini,” kata dia.

Tidore Kepulauan menjadi tuan rumah dalam peringatan Hari Nusantara 2023. Beberapa rangkaian acara diantaranya, senam bersama goyang Tidore, lomba renang, bakti kesehatan, karnaval budaya, bakar sate ikan terbanyak, dan penanaman pohon mangrove.

Pada puncak acara, Kamis (13/12/2023), akan ada demonstrasi paramotor, pagelaran tari kolosal, sailling pas, dan parade perahu nelayan. Pada malam puncak, masyarakat juga akan dihibur oleh penampilan grup band Slank.