Mengapa Ikan Hiu Berjalan Harus Dilindungi? Begini Pentingnya

Kepala DKP Morotai, Yoppy Jutan

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news – Ikan Hiu Berjalan Halmahera atau yang dikenal dengan sebutan Ikan Gorango Haga/Bodoh nampaknya sudah tidak asing lagi bagi kaum Peneliti di Bidang Konservasi.

Ikan Gorango Haga di mata peneliti dapat dimanfaatkan sebagai sarana inovasi di Bidang Pariwisata Bawah Laut.

Hal ini dikemukaan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Kabupaten Pulau Morotai, Yoppy Jutan, rabu (14/09/2022).

Yoppy menjelaskan bahwa, sebagai seorang peneliti Bidang Konservasi jenis Ikan Hiu Berjalan Halmahera (Hemiscyllium Halmahera), tentunya sangat diharapkan agar Ikan Jenis ini segera ditetapkan status perlindungan secara penuh di Indonesia.

Bahkan ia berkomitmen, atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai melalui DKP, bakal mendorong agar pemanfaatan Ikan Hiu Berjalan dapat menjadi salah satu inovasi dalam mendorong kegiatan atraksi wisata bawah laut berbasis masyarakat di Pulau Pulau Kecil di Morotai Selatan dan Morotai Selatan Barat yang berlokasi tepat dalam areal Konservasi 65.000 Hektar.

Baca Juga :  Danramil 1508-07/Wayabula Bersama Camat Morselbar Gelar Safari Ramadhan

Konkritnya, lanjut Yoppy, melalui program ini, pihaknya juga berkolaborasi dengan Danlanal Morotai serta Dinas Pariwisata dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar secara bersama-sama saling mendukung program membangun Desa Bahari Nusantara di Pulau Koloray, Kecamatan Morotai Selatan.

“Kami telah melakukan rapat bersama Badan Riset SDM yang dihadiri Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar sarana MIAMARI dapat dioperasionalkan dan difungsikan sebagai salah satu upaya penyadartahuan dan edukasi tentang pentingnya perlindungan species hiu endemik Halmahera ini bagi masyarakat terutama generasi muda dan pelajar di Morotai dan di Maluku Utara pada umumnya,” tuturnya kepada wartaterkini.news

Baca Juga :  Danlanud Leo Wattimena Jadi Narasumber Sekolah Kepemimpinan Calon Kades Morotai
Foto Ikan Hiu Berjalan Halmahera. | Doc. Yoppy Jutan, kedalaman 20 meter di bawah laut sekitar Pulau Bobale, Kao Utara Tahun 2017. 

Disamping itu, Yoppy menceritakan bahwa, di alam liar Ikan Hiu Berjalan tergolong unik, karena berkembangbiak dengan cara bertelur dan ada selaput khusus pada cangkang telur yang berfungsi menempelkan telur di celah batu karang kemudian setelah kurang lebih 4 bulan menetas, itupun hanya terbatas 2 butir yang dikeluarkan secara bertahap.

Pertumbuhannya di alam saat masih berumur muda (dibawah 3 tahun) relatif cepat, namun saat mulai memasuki umur dewasa pertumbuhan Ikan Hiu ini mulai melambat.

Baca Juga :  Hari Terakhir Operasi Zebra Kie Raha 2020, Polres Haltim Kedepan Tindakan Preemtif dan Preventif

Diketahui, jumlah populasi Ikan Hiu ini semakin terbatas, rata-rata frekuensi temuan dalam radius 2 Km dibawah laut dalam semalam hanya 15 individu, tetapi saat fase bulan terang hanya ditemui 8-10 individu.

Salah satu ancaman terhadap kelangsungan hidup species yang pergerakannya melambat adalah karena maraknya aktivitas pertambangan di Maluku Utara.

“Berdasarkan hasil uji sampel terhadap ikan hiu berumur sekitar 7 tahun yang diperoleh di ambang Teluk Kao, terdapat adanya akumulasi kandungan logam berat mercuri dalam tubuh ikan ini yang telah melebihi ambang batas. Dari temuan riset tersebut maka species ini perlu dilindungi dan hal itu perlu diatur dengan regulasi secara nasional maupun lokal,” pungkasnya (Endi/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini