Massa PPKM Darurat, SMK Kesehatan Bina Husada Pamekasan Kembali Belajar Daring

oleh

Pamekasan Jatim, wartaterkini.news – Selama masa pemberlakuan PPKM Darurat untuk kawasan Jawa dan Bali menuntut berbagai pihak untuk mengisahkan aturan khusus itu. Tak terkecuali berbagai sektor dan bidang dari usaha hingga pendidikan di Bumi Gerbang Salam.

Nah, salah satu yang harus kembali memformat ulang jadwal dan sistem belajarnya yakni SMK Kesehatan Bina Husada Pamekasan Madura Jawa Timur. Bahkan secara khusus harus membuat sistem belajar dengan proses Kegiatan Belajar Mengajar atau KBM yang berlangsung Daring.

Menurut Kepala SMK Kesehatan Bina Husada Pamekasan, Achmad Sutrisno, itu dikarenakan adanya peraturan pemerintah yang juga menyentuh pada lembaga pendidikan terutama mengenai proses pembelajaran yang kembali dibatasi secara khusus.

Baca Juga :  Dukung Program Sejuta Vaksin, Polda Sulsel Gelar vaksinasi Massal COVID-19 Gratis Untuk Rakyat

“Kami biasanya mulai pembelajaran tingkat SMK 45 menit/jampel. Namun, sekarang kita ubah menjadi 20 menit / jampel dan dalam sehari ada 8-9 jampel,” ungkapnya pada media.

Nah, proses belajar daring tersebut diakui pihaknya mulai dari awal masa masuk sekolah. Yakni, dijalankan sejak tanggal 12 juli 2021 lalu, sesuai dengan surat edaran Pemerintah Daerah dan arahan Pemerintah Pusat.

Baca Juga :  Diduga Curi Ponsel, Mantan Isteri Polisikan Mantan Suaminya

“Alhamdulillah sudah dilakukan sejak awal tahun pelajaran, kalau ditanya sampai kapan, Kami menunggu instruksi lebih lanjut atau jika pandemi mulai menurun,” terangnya Sabtu siang.

Nah, secara teknis hal ini berjalan dengan baik dan tanpa kendala berarti selama ini. Meski begitu menurutnya, Ada siswa yang senang, namun ada juga siswa yang kurang senang dengan pola daring tersebut.

“Karena mau tidak mau, pembelajaran secara luring jauh lebih efektif dalam penyerapan materi oleh siswa, tetapi kondisi ini membuat daring pilihan paling memungkinkan untuk proses pendidikan berlanjut,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Sandiaga Uno: Batik Pamekasan Berkualitas Internasional Bupatinya Cocok Jadi Model di Event Kemenparekraf

Disinggung terkait berbagai kendala teknis pihaknya mengatakan ada beberapa pola belajar yang kurang optimal jika hanya dengan cara daring. Diantaranya, penyerapan materi praktikum kurang sempurna, lalu ada beberapa siswa yang rumahnya jauh dari kota sehingga terkendala sinyal.

“Karena mata pelajaran di sekolah kejuruan ada yang harusnya dengan praktikum dan laboratorium jadi tidak bisa dilaksanakan optimal hanya dengan daring,” tukasnya. (Mz Ilunk/Red)

Print Friendly, PDF & Email