Masherdata Musa’i  Katakan Tujuan Bimtek Agar Tidak Ada Data Yang Invalid dan Peningkatan Operator Dapodik

Kayuagung OKI,wartaterkini.news–Masih banyak ditemukan berbagai masalah di lapangan dalam pengelolaan Data Pokok Pendidikan Dasar (Dapodikdas). Dinas Pendidikan Ogan Komering Ilir (OKI) gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Updating Dapodikdasmen 2018, di aula kantor Disdik OKI, Rabu (21/11/2018)

 

Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Disdik OKI, Masherdata Musa’i, dihadiri oleh Operator Kecamatan, Operator UPTD SD, dan Operator UPTD SMP se-Kabupaten OKI.

 

Dalam sambutannya Kepala Disdik OKI mengatakan, Dapodikdas merupakan implementasi dari instruksi Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2011 tentang kegiatan pengelolaan data pendidikan. Selain itu, Dapodikdas ada beberapa program baru, seperti Manajemen Dapodik, Aplikasi BOS, dan Aplikasi RKAS.

Baca Juga :  Budaya Melayu di Balik Gurihnya Ikan Seluang

 

“Maka dari itu, ikutilah Bimtek ini dengan sebaik-baiknya, agar tidak ada lagi kesalahan di lapangan dalam pengelolaan Dapodikdas,” ujarnya.

 

Masih kata Masherdata, tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan bimbingan dan arahan tentang kebijakan-kebijakan pendataan pendidikan dasar yang sekarang berlangsung. Serta meningkatakan kemampuan Operator Dapodik sekolah dalam menjalankan Aplikasi Dapodik versi 2019.

 

“Jadi dengan adanya Bimtek ini, dapat mengurangi data invalid yang dikirim ke server Dapodik pusat dan memberikan gambaran tentang kegunaan dari Dapodikdas dalam persfektif Disdik OKI maupun bagi kepentingan sekolah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Miris.!! Duga Pungli Masih Saja Terjadi di lingkungan Sekolah

 

Masherdata mengharapkan terlaksananya pendataan pendidikan dasar yang akurat, cepat dan akuntabel di Kabupaten OKI. Juga dapat mengetahui permasalahan serta cara mengatasinya. Diharapkan juga mampu menghasilkan kesepahaman dalam menentukan strategi penjaminan mutu pendidikan dan peningkatan capaian standar nasional pendidikan di Kabupaten OKI.

 

“Mulai saat ini, bagi operator sekolah diharapkan untuk mengisi data harus benar-benar sesuai dengan data yang ada di sekolah masing-masing. Sehingga kedepanya tidak ada lagi kesalahan ,” tegasnya. (Fitriyani, SH/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini