Maraknya Jual Beli Buku di SDN Kota Tangrang, LSM GP2B Akan Lapor Instansi Terkait

oleh

Tangerang, wartaterkini.news– Dalam rangka penyelenggaraan penerimaan peserta didik baru (PPDB), selalu saja pihak sekolah bekerjasama dengan persatuan orang tua murid dan guru (POMG) melakukan penjualan buku teks pelajaran yang di bebankan kepada orang tua murid.

Hal tersebut diatas diduga dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah SDN Komplek Periuk atau SDN Periuk 1 dan 6 beserta SDN Periuk Jaya Permai dan SDN Bayur. Dari pantauan wartaterkini.news orang tua siswa ketika d jumpai mengatakan, Pihaknya diwajibkan harus beli buku tema sebajang 3 buku.

“Saya di wajibkan beli buk tema seharga Rp 100.000,00 per 3 buku, Itu di wajibkan sampai anak saya nangis, Akhiirnya saya dengan berat hati meminjam uang untuk membeli buku tersebut, Dan untuk pembelian buku sudah diatur oleh pihak Sekolah untuk mengakomudir buku dan mengambil di toko yang sudah ditunjuk”. tegas salah satu orang tua Kelas 1a

Baca Juga :  Seluruh Siswa SD Ngemplak Windusari Peroleh Bantuan Pangan B2SA

Terkait hal tersebut, Effi Susanti Ketua Gugus 4 Kecamatan Periok Kota Tangrang, Saat dikomfirmasi via WhatsApp mengatakan, Hal tersebut menjadi keputsan Persatun Orang Tua Murid dan Guru dan pihak sekolah tidak terlibat. Begitu juga denagan penjualan dan pengambilan buku di toko yang tunjuk. Rabu (07-08-2019).

Menurut Umar Atmaja, Ketua LSM Gerakan Peduli Pendidikan Bangsa (GP2B), Saat di jumpai di Pemkot Kota Tangerang, Mengtakan, Terkait terjadinya jual beli buku di sekolah khususnya Sekolah Dasar (SD), Itu hanyakal-akalan pihak Sekolah yang diduga sudah di atur  oleh ketua gugus.

Baca Juga :  Bupati OKU Selatan Tinjau Posko Gugus Tugas Kecamatan Simpang dan Warkuk

“POMG hanya alat saja bagi pigak sekolah yang mencari keuntungan, Sementara diketahui pemerintah sudah menggagarkan untuk pengadaan buku melalui 20% dana BOS, bagaimana pihak sekolah tidak mencari untung dan 20% untuk pembelian buku tidak direalisasikan dan pembelian buku di bebankan ke pada orangtua siswa”. Tegas Umar Atmaja ketum LSM GP2B.

Selain itu adanya tumpukan buku DAK di Sekolah tersebut, perlu dipertnyakan kemanfaatanya agar pihak orang tua siswa tidak terbebani akan biaya buku.

Baca Juga :  Pemprov Sumsel Raih Penghargaan Provensi Terpopuler Se-Indonesia

“Kalau memang pemerintah khususnya Dinas Pendidikan mengalokasikan buku-buku tersebut tetap sasaran, Maka pihak orang tua siswa tidak akan terbebani”. Terang Umar Dengan berang. (Handri.M/*)

Print Friendly, PDF & Email