banner 728x250

Mahasiswa UNIMMA Kembangkan UMKM dan Tingkatkan Pendidikan Psikomotorik Anak di Grabag

Magelang Jateng, wartaterkini.newsUniversitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu (PPMT). Untuk PPMT Periode VI kali ini, dilaksanakan di Dusun Suwiti, Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

PPMT di dusun itu mengangkat judul kegiatan “Pengembangan UMKM dan Peningkatan Pendidikan Psikomotorik Pada Anak”.

Mahasiswa yang tergabung pada kegiatan PPMT Periode VI Tahun 2023 kali ini beranggotakan lima orang, yang merupakan gabungan dari 2 Program Pendidikan dan mahasiswa semester 5. Yaitu program Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berjumlah 3 orang, dan program Hukum Ekonomi Syariah (HES) yang berjumlah 2 orang. Mereka adalah Irwanty, Tiara Andyantika, Novika Dewi F., Fanni Nurul Fajriyah, dan Mutika Wahyuningsih.

Pada kegiatan PPMT kali ini, didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Fahmi Fahsya Medias, S.E.I, M.Si. yang mana pada kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 14 Desember 2022 – 14 Januari 2023.

Dosen Pembimbing Lapangan Fahmi Fahsya menuturkan, tujuan dari kegiatan PPMT adalah sebagai bentuk Pengabdian Mahasiswa UNIMMA kepada masyarakat dan bentuk kerja nyata lapangan yang diterapkan di luar kampus. Pada kegiatan kali ini, dari program studi Hukum Ekonomi Syariah melakukan pengembangan UMKM Cabai di Dusun Suwiti.

Baca Juga :   Ikhtiar Selamat dari Bahaya Alam, UNIMMA Gelar Simulasi Darurat Bencana di Sekolah

“Yang mana dengan kegiatan ini kami berharap bisa membawa dan membangun lebih luas perekonomian di dusun tersebut. Berdasarkan hasil survey dengan Kepala Desa dan Kepala Dusun, bahwa mata pencaharian warga Dusun Suwiti ini adalah rata-rata petani cabai,” ungkapnya, Rabu (25/01/2023).

Namun, lanjut Fahmi, ketika terjadi masalah seperti gagal panen atau cabai yang rusak dan biasa disebut “patek” para petani tidak dapat menjual cabainya. Dikarenakan tidak layak untuk dijual karena kondisinya yang kurang bagus namun masih aman dikonsumsi.

“Maka masyarakat di dusun tersebut lebih memilih menggunakan untuk keperluan pribadi atau dibuang begitu saja di sawah ataupun ladang. Yang mana, kegiatan tersebut membuat keuntungan menjadi berkurang,” lanjutnya.

Kegiatan sosialisasi ini diadakan karena dari pihak pemerintah desa terutama Kepala Dusun sendiri, mengatakan kesulitan menjual cabai dalam produk lain ataupun memanfaatkan cabai yang rusak tersebut.

Baca Juga :   Jalin Silaturahmi, Kapolres Metro Bekasi Berkunjung ke Babelan dan Tarumajaya

Hal itu karena mereka kurang paham dalam cara pengolahan, pengemasan dan penjualan. Diharapkan dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini, para warga Dusun Suwiti dapat berkembang dan memiliki kemampuan untuk menanggulangi cabai yang rusak.

“Sehingga bisa menjual cabai, sayuran, dan produk lain. Yang bisa menambah keuntungan dalam kegiatan perekonomian di Dusun Suwiti,” ujar Fahmi.

Dalam program studi Pendidikan Agama Islam, Tim PPMT mengusung tema “Peningkatan Psikomotorik Pada Anak Usia Sekolah”. Yang mana Tim mengadakan kegiatan pembelajaran dengan media yang nyata atau disebut dengan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning). Yaitu adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media.

Menurut Kemdikbud (2013), peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan mengusung tema tumbuhan, yaitu menggunakan buat tomat.

“Kami menyediakan 3 tomat dengan ukuran yang berbeda dan warna yang berbeda pula. Dengan begitu kami mengenalkan ukuran tomat paling kecil, sedang dan besar. Warna tomat hijau dengan ukuran paling kecil, warna tomat kuning dengan ukuran sedang dan warna tomat merah dengan ukuran paling besar,” terang Fahmi.

Baca Juga :   360 Mahasiswa UMP Turun Mengabdi ke Masyarakat

“Kami juga mengenalkan tekstur halus pada bagian luar tomat dan juga tepuk tomat agar melatih motorik anak. Kami juga mengadakan beberapa kegiatan seperti mewarnai,” imbuh Fahmi.

Dijelaskan, kegiatan lain berupa outbound dengan permainan joget balon, permainan ini melatih kekompakan tim. Kemudian estafet sedotan dimasukkan ke lubang karet untuk melatih konsentrasi.

“Juga menirukan gerakan pada gambar yang kami sediakan, untuk melatih kreativitas anak TK dengan tujuan untuk melatih psikomotorik pada anak,” pungkas Dosen Pembimbing, Fahmi Fahsya. (Kelana/Red)