LSM Suara Bangsa Bakal Laporkan Dugaan Pungli di MTSN 3 Banyuwangi

Banyuwangi Jawa Timur, wartaterkini.news–Dugaan pungutan yang ada di MTSN 3 Banyuwangi yang dikemas dengan istilah Sumbangan serta pungutan untuk kelas Khusus, bakal berbuntut panjang. Pasalnya setelah mengkritisi komentar kepala sekolah yang mengatakan bahwa permasalahan yang sama di tahun lalu telah mendapatkan hasil uji materi dari kejaksaan, kini LSM Suara Bangsa Bakal ambil langkah.

Menurut ketua LSM suara Bangsa, Suyoto atau yang akrab dengan sapaan Mbah Yoto, saat dikonfirmasi menuturkan bahwa pihaknya akan mengambil langkah hukum. Rabu (07-07-2021).

Baca Juga :  Kapolres Labuhanbatu Hadiri Peringatan Hari Lahirnya Nahdatul Ulama

“Kini kami sudah mengantongi beberapa bukti adanya dugaan pungutan yang di kemas dengan istilah sumbangan, dan pungutan untuk kelas khusus, langkah berikutnya kami akan melaporkan ke Aparat Penegak Hukum agar permasalahan ini jelas secara hukum”,tuturnya.

Mbah Yoto menambahkan, bahwa selain akan melaporkan dugaan pungutanya, pihaknya juga akan mengklarifikasi kejaksaan yang di sebut-sebut mengeluarkan uji materi.

“Tentunya kami juga akan mengklarifikasi pihak kejaksaan yang di sebut sebut oleh kepala sekolah telah mengeluarkam hasil uji materi dalam penyelidikan perkara dugaan pungutan tahun lalu, yang telah di laporkan salah satu lsm”,imbuhnya.

Baca Juga :  Jalan Lintas Kota Baharu Menuju Gunung Meriah Via PT. Nafasindo Tergenang Air

Sebelumnya, kepala sekolah MTSN 3 Banyuwangi, Suyuti, mengatakan Perkara sumbangan ini sama persis dengan tahun yang lalu.

“Perkara sumbangan ini sama persis seperti tahun yang lalu yang dilaporkan salah satu LSM dan berkas semua sudah di bawa ke kejaksaan negeri Banyuwangi untuk di lakukan penyelidikan, dari hasil penyelidikan sudah ada uji materi dinyatakan kita tidak melanggar karena sudah sesuai dengan peraturan menteri agama, yang mengatur tentang sumbangan”,ungkapnya.

Baca Juga :  Pasca Bom Bunuh Diri, Polri Amankan Lima Bom Aktif dan Tangkap 13 Terduga Teroris

Masih menurutnya, Bahwa untuk sumbangan itu komite sudah menjalankan sesuai aturan yang ada.

“Komite sudah menjalankan sesuai PMA, dan tidak ada paksaan untuk sumbangan bagi wali murid, bahkan banyak yang tidak menyumbang kok.” imbuhnya.

Suyuti juga menjelaskan bahwa untuk kelas khusus itu kebutuhan bukan sumbangan.”Kalau untuk biaya kelas khusus itu bentuk kebutuhan bukan sumbangan, meskipun sebagian juga ada yang dibiayai oleh komite sekolah”,pungkasnya. (Zal/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini