Lima Upaya Pemerintah Indonesia Eliminasi Malaria

Jakarta, wartaterkini.news–Hingga 2023, sebanyak 389 kabupaten/kota telah mencapai tahap Pemeliharaan atau Bebas Malaria. Pada 2024, sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, ditargetkan sebanyak 408 kabupaten/kota di Indonesia dapat terbebas dari Malaria.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Hartono saat puncak peringatan Hari Malaria Sedunia 2024.

“Untuk mencapai target tersebut, setidaknya ada lima strategi yang dilakukan pemerintah,” kata Wamenkes Dante seperti yang dikutip dari InfoPublik Sabtu (29/6/2024).

Baca Juga :   Yuris Nyatakan Tidak dilibatkan Pleno Penetapan Anggota PPS, Ini Tanggapan KPU OKU Selatan

Pertama, menerbitkan kebijakan yang komprehensif dan menyeluruh, mencakup peningkatan deteksi, penemuan kasus, dan diagnostik.

Kedua, peningkatan surveilans, ketiga, pemberian pengobatan, keempat, pengendalian faktor risiko, dan kelima, pemberdayaan peran swasta dan masyarakat.

Upaya ini, kata Wamenkes Dante dilakukan untuk memperkuat komitmen kita dan mewujudkan Indonesia bebas Malaria pada 2030.

Ia mengingatkan bahwa penyakit Malaria adalah salah satu penyakit menular yang membutuhkan perhatian bersama. Pasalnya, prevelensi Malaria di tinggal global maupun nasional cukup tinggi.

Baca Juga :   Disparbud Tetapkan Ryan dan Difa Mojang Jajaka Pinilih Kabupaten Pangandaran 2024

Berdasarkan data World Malaria Record 2023, diperkirakan terdapat 249 juta kasus Malaria di seluruh dunia. Indonesia menempati urutan kedua dengan kasus Malaria terbanyak setelah India, dengan 1,1 juta kasus pada 2023.

“Provinsi Papua, Papua Tengah, dan Papua Selatan merupakan provinsi dengan kasus Malaria tertinggi dan menyumbang 86 persen dari total kasus Malaria di Indonesia,” kata Wamenkes Dante. (**)