Lestarikan Kearifan Lokal Madura, Disdikbud Pamekasan Gelar Bimtek Musik Karawitan

Pamekasan Jatim, wartaterkini.news – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar bimbingan teknis (bimtek) pelestarian seni budaya musik tradisional karawitan di Hotel Cahaya Berlian, Kamis (16/3/2023).

Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini mengungkapkan, bimtek musik tradisional itu merupakan upaya melestarikan kearifan lokal Madura agar tidak tergerus oleh kemajuan teknologi. Anak-anak muda yang hidup di zaman ini perlu mendapat informasi utuh tentang berbagai kekayaan lokal Madura, termasuk musik karawitan tersebut.

“Nanti para guru dapat menularkan kembali kepada para anak didiknya tentang musik tradisional karawitan ini,” katanya.

Adapun peserta dari kegiatan tersebut berjumlah sekitar 80 orang yang meliputi tenaga pendidik dari sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) baik swasta maupun negeri, serta pegawai bidang kebudayaan di lingkungan instansinya.

Menurutnya, anak-anak muda Madura harus mengetahui tentang kekayaan tanah kelahirannya, tidak hanya lahir dan hidup di Madura tetapi tidak tahu kearifan lokal yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, penting adanya kegiatan tersebut untuk menanamkan karakter Madura bagi para generasi masa depan.

Baca Juga :   Disdikbud Pamekasan Mengajak Para Guru Berkreasi dan Mengatasi Tantangan Pendidikan di Masa Merdeka Belajar

“Banyak orang yang tidak paham bagaimana Madura sesungguhnya, maka melalui musik tradisional yang berkembang di Madura, kita bisa lebih paham bahwa Madura itu bersahaja dan penuh dengan falsafah,” tandasnya.

Dia melanjutkan, peserta didik harus memiliki kecintaam terhadap tanah kelahirannya, termasuk kearifan lokal yang ada di dalamnya. Lembaga pendidikan memiliki peranan penting di dalam mempertahankan kekayaan lokal tersebut.

“Saya berharap Madura, tetap menjadi Madura, bukanya hanya nama saja, namun isinya bukan Madura, dan hal itu butuh usaha semua pihak agar budaya dan karakter kemaduraan tetap melekat,” pungkasnya.*(Mz/Red)