Lembaga Taktis Sebut Pengawasan Pemerintah Touna Dinilai Lemah, Terhadap Bom Ikan

Touna Sulawesi Tengah, wartaterkini.news–Direktur Lembaga Taktis Yusuf Dumo menilai Penggunaan bom untuk menangkap ikan diwilayah Kepulauan Togean Kabupaten Tojo Una-una semakin marak dan menghawatirkan pada kerusakan terumbu karang.

“Diduga akibat lemahnya Pengawasan Pemerintah Pusat melalui Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) dan Pemerintah Daerah khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan (KKP)”,ucap Yusup. Minggu (14/11/2021)

Menurut Yusuf pada media ini , kegiatan destructive fishing yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab mengakibatkan kerusakan terumbu karang dan ekosistem disekitarnya.
Selain itu, menyebabkan kematian berbagai jenis ukuran biota yang ada diperairan tersebut.

Baca Juga :  Ilegal Logging Marak, Lembaga Taktis Minta Gubernur Sulteng Lakukan Ini

diketahui Belum lama ini Dalam Press Release Yusuf mengatakan hasil penelitian World Bank menunjukkan penggunaan bom ikan seberat 250 gram akan menyebabkan luasan terumbu karang yang hancur mencapai 5,30.

Data yang dimiliki Lembaga Taktis, wilayah Kepulauan Togean terdapat 13.000 hektare tutupan, namun akibat destruktif fishing khususnya penggunaan bom ikan telah mengakibatkan sedikitnya 8.000 hektare terumbu karang rusak berat.

Baca Juga :  Aparat Penegak Hukum dan Pemerintah Dinilai Lemah Dalam Memberantas Aktivitas PETI di Nanga Mahap

“Itu artinya, sekitar 60 persen terumbu karang dalam wilayah Kepulauan Togean telah mengalami kerusakan”,tandasnya. (Jefri/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini