Lembaga Kesetaraan PKBM Lestari Nugroho Windusari Laksanakan AKM

oleh

Magelang Jawa Tengah, wartaterkini.news–Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan program pembelajaran yang dirancang untuk membantu para Guru/Kepala Sekolah/Pengawas SD, SMP, SMA/SMK dan PKBM sederajat. Yaitu dalam memahami tujuan, konsep dan bentuk pelaksanaan Asesmen Nasional, serta dapat menganalisis contoh asesmen literasi membaca dan numerasi pada Asesmen Kompetensi Minimum.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lestari Nugroho, Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah turut melaksanakan AKM. Penilaian lembaga ini dengan kegiatan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer).

Baca Juga :  Kemenhub Keluarkan Maklumat Pelayaran Cuaca Ekstrem

Demikian disampaikan oleh Ketua PKBM Lestari Nugroho, Zubaidi, S.Pd.I, Selasa (21/09/2021). ANBK digelar selama dua hari yaitu Senin-Selasa tanggal 20-21 September 2021 bertempat di SMP Negeri 1 Windusari diikuti 50 warga belajar.

“Untuk AKM di lembaga PKBM ini tidak hanya dua kompetensi, namun ada tiga kompetensi yang diukur, yaitu literasi, numerasi dan karakter,” kata Zubaidi.

Saat meninjau hari kedua pelaksanaan ANBK warga belajar, Korwil Disdikbud Windusari Drs. Murtadho mengatakan Asesmen Kompetensi Minimum merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid. Untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat.

Baca Juga :  Polres Magelang Suntik Vaksin Dosis 1 di SMK Negeri Salam

“Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Baik pada literasi membaca dan numerasi, kompetensi yang dinilai mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep serta pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi, namun bisa ditambah dengan mendalami karakter, seperti pada warga belajar PKBM,” terang Murtadho.

Baca Juga :  Vaksinasi Merdeka Seluruh Indonesia, di Jateng Dipusatkan di Magelang

Dikatakan Murtadho, AKM menyajikan masalah-masalah dengan beragam konteks yang diharapkan mampu diselesaikan oleh peserta didik atau warga belajar menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya.

“AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten,” pungkas Murtadho. (Narwan/Red)

Print Friendly, PDF & Email