Kyai Luhur Kedaton Minta BMKG Sewa Dukun Deteksi Dini Bencana Alam

 

BANYUWANGI,  Jawa Timur, wartaterkini news- Kyai Kasepuhan Luhur Kedaton MH.Imam Ghozali minta BMKG lapang dada minta bantuan dukun dalam upaya mendeteksi dini berbagai macam bencana alam di Indonesia yang masih akan terjadi di sepanjang tahun 2022-2023.

Pernyataan tersebut disampaikan Kyai Kasepuhan Luhur Kedaton sebagai bentuk keprihatinan atas banyak korban jiwa akibat bencana alam dalam kurun waktu di tahun ini. Jumat(25/11/2022)

“Masih terekam dalam ingatan kita semua berapa banyak korban jiwa dan harta akibat letusan gunung Mahameru yang saat masih proses pemulihan, gempa di Malang Selatan dan sekarang gempa di Cianjur,” ujar MH.Imam Ghozali.

Kyai Luhur Kedaton mengungkapkan, dari sekian banyak bencana alam yang terjadi sangat di sayangkan bahwa BMKG selalu saja terlambat melakukan upaya peringatan dini terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Permudah Masyarakat, Disduk Capil OKU Selatan Siapkan Layanan Berbasis Online

“Apakah itu karena BMKG kekurangan alat modern untuk mendeteksi bencana alam atau mereka kurang tekun melakukan monitoring potensi bencana,”.tandas Kyai Luhur Kedaton.

Lebih lanjut Kyai Kasepuhan Luhur Kedaton menegaskan, bahwa demi kebaikan bersama menurut-nya bukan sesuatu yang salah atau berlebihan manakala BMKG melibatkan banyak pihak untuk mendeteksi ancaman bencana.

“BMKG lebih baik berlapang dada meminta bantuan semua pihak yang mengetahui ajaran kuno tentang berbagai bencana dan bagaimana upaya menghindarinya, katakanlah gandeng Dukun”, tegas MH.Imam Ghozali.

Baca Juga :  Kasat Reskrim Baru Silaturahmi Dengan Wartawan Unit Polres Simalungun

MH Imam Ghozali mengungkapkan, sebelum abad modern di era Wali Songo, untuk menolak atau menghindari Bencana biasanya dikumandangkan kidung-kidung tolak balak.

“Pada Zaman Wali Songo ada kidung Rumekso ing Wengi karya Kanjeng Sunan Kalijaga yang berbunyi:Ana kidung rumekso ing wengi, Teguh hayu luputa ing lara,luputa bilahi kabeh,jim setan datan purun,paneluhan tan ana wani,niwah panggawe ala,gunaning wong luput,geni atemahan tirta,maling adoh tan ana ngarah ing mami,guna duduk pan sirno,Sakehing lara pan samya bali,Sakeh ngama pan sami mirunda,Welas asih pandulune,Sakehing braja luput,Kadi kapuk tibaning wesi,Sakehing wisa tawa,Sato galak tutut,Kayu aeng lemah sangar,Songing landhak guwaning,Wong lemah miring,Myang pakiponing merak,Pagupakaning warak sakalir,Nadyan arca myang segara asat,Temahan rahayu kabeh,Apan sarira ayu,Ingideran kang widadari,Rineksa malaekat,Lan sagung pra rasul,Pinayungan ing Hyang Suksma,Ati Adam utekku baginda Esis,Pangucapku ya Musa,Napasku nabi Ngisa linuwih,Nabi Yakup pamiryarsaningwang,Dawud suwaraku mangke,Nabi brahim nyawaku,Nabi Sleman kasekten mami,Nabi Yusuf rupeng wang,Edris ing rambutku,Baginda Ngali kuliting wang,Abubakar getih daging Ngumar singgih,Balung baginda ngusman,Sumsumingsun Patimah linuwih,Siti aminah bayuning angga,Ayup ing ususku mangke,Nabi Nuh ing jejantung,Nabi Yunus ing otot mami,Netraku ya Muhammad,Pamuluku Rasul,Pinayungan Adam Kawa,Sampun pepak sakathahe para nabi, Dadya sarira tunggal,” ucap Kyai Kasepuhan Luhur Kedaton.

Baca Juga :  Pemdes Palengaan Laok Salurkan BLT DD Tahap II Kepada 166 KPM Terdampak Covid 19

“Innallaha ‘ala kulli syaiin qodir / Allah berkuasa atas segala sesuatu,”Pungkas Kyai Kasepuhan Luhur Kedaton.***

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini