banner 728x250

Komitmen Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting, Sejumlah OPD di PALI Gelar Rembuk Stunting

PALI Sumsel, wartaterkini.news–Tekan angka kasus terganggunya tumbuh kembang anak, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengajak sejumlah OPD ikuti Rembuk Stunting.

Kegiatan Rembuk Stunting sendiri digelar di Guest House Komplek Pertamina Pendopo, Rabu 15 Mei 2024.

Acara tersebut dibuka Bupati PALI Dr Ir.H.Heri Amalindo MM melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Rizal Pahlevi dan dihadiri Bappeda, DPPKBPPPA, DPMD dan Dinas Pendidikan Kabupaten PALI.

“Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam melakukan percepatan pencegahan dan penurunan stunting,” ungkap Rizal Pahlevi.

Dijelaskan Rizal Pahlevi bahwa tujuan dari Rembuk Stunting ini adalah untuk menyusun strategi dalam menekan angka kasus stunting.

“Memetakan kemudian mengevaluasi dokumen hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi. Lalu deklarasi komitmen Pemkab PALI, dan komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting agar terintegrasi,” jelasnya.

Baca Juga :   KPU: Rekapitulasi Penghitungan Suara di Provinsi Alot, Mudahkan Secara Nasional

Perlunya percepatan dan pencegahan angka stunting dikemukakan Rizal Pahlevi agar generasi penerus bangsa harus sehat, cerdas, kreatif dan produktif.

“Jika anak-anak terlahir sehat tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan yang berkualitas maka mereka akan menjadi generasi yang menunjang kesuksesan pembangunan bangsa,” imbuhnya.

Tekan Kasus Terganggunya Tumbuh Kembang Anak, Pemda PALI Ajak Sejumlah OPD Rembuk Stunting (Dok. Dinkes PALI)

Ditambahkan Rizal Pahlevi bahwa apabila kasus stunting dibiarkan maka sulit suatu daerah akan maju karena banyak SDMnya tak bisa tumbuh normal.

“Sebaliknya jika anak-anak terlahir dan tumbuh dalam situasi kekurangan gizi kronis, mereka akan menjadi anak kerdil atau dengan istilah anak stunting,” tambahnya.

Dalam mencegah dan menangani kasus stunting menurut Rizal Pahlevi tidak bisa dikerjakan oleh satu OPD atau pemerintah saja, melainkan adanya sinergi dengan semua elemen.

Baca Juga :   Polresta Magelang Laksanakan Apel Gelar Pasukan OKC 2024

“Rembuk Stunting ini merupakan tugas kita bersama, dalam penurunan angka stunting butuh kerja sama yang maksimal agar di kabupaten PALI bisa terbebas dari angkat stunting,” tuturnya.

Untuk itu, Rizal Pahlevi menyarankan agar Bappeda PALI fokus dalam penganggaran karena dalam penurunan angka stunting cukup berat

“Bukan hanya Bappeda, namun juga kepada Dinas Kesehatan PALI agar terus mensosialisasikan ke masyarkat tentang stunting, sarankan masyarakat untuk memberikan asupan gizi lengkap. Lalu terapkan pola hidup bersih dan sehat agar anak-anak penerus bangga terhindar dari Stunting,” jabarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Birman Alamasyah M.Kes Kadin Dinkes PALI menyatakan, bahwa kegiatan Rembuk Stunting kali ini merupakan kegiatan yang sangat penting dalam penurunan angka Stunting.

“Tujuan kegiatan ini digelar agar sinergeritas kita terpadu dan sinkron dalam penurunan dan pencegahan angka Stunting di kabupaten PALI. Dengan kerja sama kami yakin kabupaten PALI ke depan terbebas dari stunting,” katanya.

Baca Juga :   Pj Bupati Asmar Kenalkan 4 Jurus Pemkab OKI Kendalikan Inflasi

Diakui Birman bahwa Dinkes telah melakukan beberapa upaya konkret dalam mencegah dan menangani kasus stunting.

“Kita terus berupaya dalam penurunan stunting, mulai dari sosialisasi, memberikan asupan gizi bagi anak-anak dan ibu hamil,” tutupnya. (Hr/Red)