banner 728x250

KLHK Beberkan Komitmen Penghijauan Indonesia di Forum Hutan PBB

Jakarta, wartaterkini.news–Komitmen penghijauan yang dilakukan Pemerintah Republik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dibeberkan dalam Forum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hutan atau United Nations Forum on Forest (UNFF) ke-19 di Kantor Pusat PBB, New York, Amerika Sekat.

“Indonesia telah melampaui target nasional dalam menurunkan angka deforestasi di bawah 0,45 juta hektare (ha), dimana saat ini aktivitas deforestasi tercatat pada angka 0,104 juta ha pada tahun 2022. Selain itu, Indonesia juga telah berkomitmen untuk mencapai target alokasi perhutanan sosial seluas 12,7 juta ha,” ujar Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK) Alue Dohong, dalam keterangannya terkait acara First Plenary Meeting UNFF 19 di New York, seperti dilansir pada Senin (13/5/2024).

Menurut Alue Dohong, Delegasi Indonesia yang dipimpinnya terlibat langsung dalam berbagai pembahasan strategis mengenai kebijakan hutan di forum utama dan menggelar kegiatan tambahan (side event) di tempat berlangsungnya UNFF.

Kegiatan itu antara lain diskusi membahas pengawasan dan peningkatan pemanfaatan hutan bersama para pakar.

“Indonesia juga secara khusus menggelar pameran (exhibition) selama lima hari penyelenggaraan UNFF 19,” imbuhnya.

Menurut Wamen LHK, dalam pameran ini dibeberkan langkah-langkah dalam membangun ekonomi berbasis hutan yang ditunjukkan melalui berbagai pemberdayaan masyarakat dalam sektor perekonomian publik.

Pameran juga menunjukkan sejumlah capaian dalam mengelola hutan dan lahan melalui pameran yang dilakukan sepanjang agenda UNFF.

Baca Juga :   Peringati Hari Pahlawan Ke-78, Polres OKU Selatan Gelar Upacara

Capaian itu diperoleh dari agenda Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yang merupakan aksi mitigasi dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca khususnya dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya.

“Tak hanya dari sisi kebijakan, pameran ini juga menyuguhkan aksi hijau dan pemanfaatan  produk hasil hutan bukan kayu Indonesia,” tutur Alue Dohong.

Sekedar informasi, Forum PBB untuk Hutan merupakan komisi fungsional Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) dengan keanggotaan yang bersifat universal.

Sejak dimulai pada 2000 lalu, forum ini telah menghasilkan  sejumlah kesepakatan yang berarti, mulai dari Instrumen Hutan PBB pertama pada 2007, Jaringan Fasilitasi Pendanaan Hutan Global (Global Forest Financing Facilitation Network/GFFFN) pada 2015, dan adopsi Rencana Strategis Hutan PBB pertama untuk 2030 dan enam Tujuan Hutan Global pada 2017.

Baca Juga :   Soal Dugaan Korupsi di Puskesmas Daruba, Kadiskes Morotai Merasa Kaget

Pada penyelenggaraan tahun ini, UNFF akan berfokus pada target jangka menengah terhadap Pengaturan Internasional tentang Hutan. (**)