banner 728x250

Ketua KPU Sebut di Ogan ilir Lebih Banyak Laki-Laki Dari Pada Perempuan

Palembang, wartaterkini.news–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ogan Ilir menggelar konsolidasi pengawasan tahapan kampanye Pemilu Serentak Tahun 2024. Konsolidasi ini dihadiri oleh perwakilan dari Bawaslu, Polri, Kejaksaan, dan Awak media massa.

Dalam konsolidasi tersebut, Ketua KPU Ogan Ilir, Rusdi Daduk, menyampaikan bahwa jumlah pemilih di Kabupaten Ogan Ilir sebanyak 315.278 orang. Dari jumlah tersebut, 158.416 orang merupakan pemilih laki-laki dan 156.862 orang merupakan pemilih perempuan.

Rusdi Daduk juga menyampaikan bahwa KPU Ogan Ilir akan bekerja sama dengan seluruh stakeholder untuk mengawasi tahapan kampanye Pemilu Serentak Tahun 2024. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyebaran hoaks.

Baca Juga :   Kapolres Lubuklinggau, Ketuaย  Bhayangkari dan Kadinkes Kunjungi Lima Anak Terdampak Stunting

“Media massa memiliki peran penting dalam menangkal penyebaran hoaks. Media massa harus lebih selektif dalam menyebarkan informasi, terutama informasi terkait Pemilu Serentak Tahun 2024,” kata Rusdi Daduk.

Ketua Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir, Dwi Alhikmawati, menambahkan bahwa Bawaslu akan bersinergi dengan media massa untuk menangkal penyebaran hoaks. Bawaslu akan memberikan edukasi kepada jurnalis dan masyarakat tentang cara mengidentifikasi hoaks.

“Media massa harus menjadi garda terdepan dalam menangkal penyebaran hoaks. Media massa harus menyajikan informasi yang akurat dan terpercaya,” kata Dwi.

Baca Juga :   Jelang Pemungutan Suara Susulan, KPU Demak Distribusikan Logistik Pemilu

Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari media massa menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya KPU dan Bawaslu dalam menangkal penyebaran hoaks. Media massa akan melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima sebelum menyebarkannya.

“Kami akan melakukan verifikasi terhadap informasi yang kami terima sebelum menyebarkannya. Kami akan memastikan bahwa informasi tersebut akurat dan terpercaya,” kata perwakilan dari media massa. (Arman/Red)