Kementan Distribusikan 20 Juta Ayam ke 400 Ribu Keluarga Kurang Mampu

JAKARTA,Wartaterkini.News–Kementerian Pertanian (Kementan) kembali fokus pada kegiatan pengentasan kemiskinan melalui program BEKERJA (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera). Untuk itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menyampaikan akan mendistribusikan bantuan produktif berupa unggas kepada keluarga kurang mampu.

“Tahun 2019 Kementan akan mendistribusikan 20 juta ayam/itik ke 400 ribu Rumah Tangga Miskin Pertanian (RTMP),” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di IPB International Covention Center (IICC) Botani Square Bogor pada Rabu (15/1/2019).

Pada Rakernas yang dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas yang menangani fungsi peternakan dan kesehatan hewan provinsi se Indonesia, Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis), serta Eselon 2 lingkup Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan ini I Ketut menjelaskan bahwa target 20 juta ekor ayam/itik tersebut naik 100 persen dari tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Kelompok Perikanan Marga Putera Sulap Merang Sisa Padi Jadi Bahan Pakan Ternak

“Target penerima bantuan juga naik dua kali lipat, dari 200.000 RTMP tahun 2018 naik menjadi, 400.000 RTMP tahun 2019. Bantuan diberikan termasuk paket kandang, bantuan pakan, obat-obatan, dan bimbingan teknis,” tambahnya.

I Ketut berharap penangungjawab pelaksana masing-masing kegiatan BEKERJA setelah rapat tenis ini dapat mempersiapkan pelaksanaannya termasuk dalam pelaksanaan kontrak kegiatan, CP/CL dan sosialisasi kegiatan. “Saya berharap untuk provinsi yang mendapat bantuan BEKERJA dalam rapat teknis ini untuk aktif melakukan diskusi, sehingga kegiatan tersebut dapat segera dieksekusi,” paparnya.

_*Sasar 3 Juta Sapi Indukan*_ Selain distribusi unggas itu, kegiatan prioritas sektor peternakan tahun 2019 juga tetap dilaksanakan untuk peningkatan produksi dan peningkatan kesejahteraan peternak. I Ketut menegaskan bahwa program yang selama ini sudah efektif berjalan, yakni percepatan peningkatan populasi sapi/kerbau melalui Kegiatan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) tetap dilanjutkan.

Baca Juga :  Lindungi Petani Kementan Tingkatkan Pengawasan Perizinan dan Sertifikasi Benih Padi

“Kementerian Pertanian telah menyiapkan target 3 juta akseptor untuk program inseminasi buatan pada tahun ini. Program inj secara hitungan kasar juga terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan peternak,” ungkapnya.

Ia berharap UPT-UPT perbibitan dapat menjadi pelopor untuk pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB). I Ketut mencontohkan jika Meksiko memiliki UPT perbibitan 9 unit, sedangkan Ditjen PKH memiliki 7 UPT perbibitan. Dalam 10 tahun Meksiko mampu mengembangkan sapi potong di UPT perbibitannya, sehingga saat ini Meksiko menjadi negara pengekspor. Demikian juga halnya dalam pengembangan pakan juga harus diperkuat data potensi lokasi dan lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pakan.

Selain itu juga Ditjen PKH tetap fokus pada peningkatan produksi pakan ternak, pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan, penyediaan benih dan bibit, produksi ternak, serta peningkatan pemenuhan persyaratan produk hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Baca Juga :  Perdana, Gubernur Dan Wakil Gubernur Sulteng terpilih Pimpin Rapat Forkopimda

Menurut I Ketut, hal ini sesuai dengan arahan Bapak Menteri Pertanian bahwa tugas dan fungsi pertanian adalah meningkatkan produksi, pemanfaatan teknologi, menciptakan inovasi baru, perkarantinaan, pengawasan, perbaikan sarana dan prasarana produksi. Terkait program prioritas untuk meningkatkan minat dan keterlibatan petani milenial, Ditjen PKH juga telah mempersiapkan program untuk melibatkan peternak milenial dalam pengembangan beberapa komoditas, diantaranya: unggas, sapi/kerbau/sapi perah, kambing/domba dan pengolahan hasil peternakan.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2019 oleh masing-masing pimpinan baik dari instansi pusat maupun daerah dengan Dirjen PKH. Dalam PK tersebut masing-masing pinpinan unit kerja berkomitmen untuk mewujudkan tercapainya target kinerja yang telah ditetapkan sesuai dengan alokasi anggaran yang diterima. (Tan Jpp)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini