Kemenkes Mengimbau Seluruh Daerah Siaga DBD

Petugas Dinas Kesehatan melakukan pengasapan atau fogging di perkampungan warga desa Jambanan, Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah, Kamis (17/1/2019). Pemerintah Kabupaten Sragen menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) setelah tercatat 188 kasus warga terjangkit DBD, dua diantaranya meninggal dunia dalam kurun waktu satu bulan terakhir. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

JAKARTA, Wartaterkini.News– ┬áKetika ditemukannya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di berbagai daerah dikhawatirkan akan menyebar ke seluruh wilayah di Indonesia. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan meminta masyarakat agar tetap waspada dan bersama-sama pemerintah daerah melakukan upaya pencegahan.

Baca Juga :  Menko PMK: Kemenkes Jadi Komandan Penurunan Stunting

Di beberapa daerah terjadi peningkatan kasus DBD seperti Kabupaten Kuala Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan daerah lainnya di Indonesia.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI disebutkan distribusi penyakit terduga (suspect) DBD sejak minggu pertama 2018 hingga minggu pertama 2019 tertinggi ada di Jawa Timur dengan jumlah suspek DBD 700 orang, diikuti Jawa Tengah 512 orang, dan Jawa Barat 401 orang.

Terduga DBD, artinya belum tentu positif kasus DBD namun sudah harus menjadi kewaspadaan oleh masyarakat dan pemerintah.

Baca Juga :  Camat Nirunmas Diduga Terlibat Dalam Kasus Kecurangan Pilkades Tutukembong

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes juga telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh kepala dinas kesehatan provinsi untuk tetap siaga menghadapi kasus DBD. Melalui surat edaran itu, setiap daerah diimbau untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

PSN dapat dilakukan melalui kegiatan menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas, plus mencegah gigitan nyamuk dengan cara mengimplementasikan gerakan 1 rumah 1 juru pemantau jentik (Jumantik).

Meningkatkan surveilans kasus dan surveilans faktor risiko terhadap kejadian DBD, di antarnya melalui kegiatan pemantaun jentik berkala. Menyediakan bahan insektisida dan larvasida untuk pemberantasan nyamuk dan jentik.

Baca Juga :  Kemenkes Tambah Jumlah Imunisasi Rutin Jadi 14 Vaksin

Dinas kesehatan provinsi juga diimbau mengaktifkan kembali kelompok kerja operasional penanggulangan DBD di berbagai tingkatan RT/RW, desa/keluarahan, kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi. Peningkatan sumber daya pencegahan dan pengendalian DBD juga perlu dilakukan meliputi peningkatan kapasitas SDM, termasuk bahan dan peralatan untuk melakukan deteksi dini dan pengobatan segera di Puskesmas dan rumah sakit.

Imbauan lainnya yakni menerbitkan surat instruksi kepala dinas kesehatan provinsi kepada jajarannya dalam rangka kesiapsiagaan peningkatan kasus DBD. (Kes. Jpp)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini