Kemenag Rilis Grand Design Pendidikan Tinggi Katolik

Jakarta, wartaterkini.news–Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Katolik Kementerian Agama (Kemenag) telah menyelesaikan rumusan Grand Desain Pendidikan Tinggi Keagamaan (PTK) Katolik. Grand desain ini dirilis Dirjen Bimas Katolik Suparman di Jakarta.

Hadir menyaksikan, para dosen PTK Katolik dan sejumlah ketua yayasan. Dirjen Suparma berharap, grand desain yang disusun dapat menjawab kebutuhan umat dalam peningkatan kualitas pendidikan. Lebih dari itu grand design Pendidikan Tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Saat ini kita berada di era digitalisasi. Bersamaan dengan itu kita saksikan banyak masyarakat Katolik berada di daerah 3T dengan segala keterbatasannya. Bagaimana grand desain ini menjawab situasi semacam ini?,” tanya Dirjen kepada para dosen dan ketua yayasan, dalam siaran resminya, Jumat (15/12/2023)

Baca Juga :   Gelar Sholat Idul Adha 1445 H di Masjid Al-Mukhlisin,Bupati PALI Ajak Masyarakat Saling Memaafkan dan Menjaga Silaturahmi

Menurut Suparman, grand desain disusun dengan prinsip terukur, efisien, efektif, konsisten, sinergi, inovatif, dan kepatuhan.

Adanya grand desain menunjukkan kesungguhan Ditjen Bimas Katolik untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, baik secara intelektual, moral, spiritual, maupun sosial, merata di seluruh negeri.

Hal terpenting adalah, grand desain dimaksudkan untuk memberi arah pengembangan PTK Katolik agar memiliki keunggulan dan menjadikan PTK Katolik sebagai alternatif dalam pendidikan di lingkungan Gereja Katolik.

“Untuk hal ini, saya minta kita harus belajar banyak dari universitas atau perguruan tinggi luar negeri yang punya kualitas. Kita harus belajar dari sana. Para pastor yang punya pengalaman studi di luar negeri, saya minta untuk membantu membawa PTK Katolik ke level international,” ujar Suparman.

Baca Juga :   Bali Siapkan Pertunjukan Sakral bagi Delegasi World Water Forum ke-10

Grand desain yang telah dirancang Ditjen Bimas Katolik menyentuh aspek peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, peningkatkan sumber daya manusia, peningkatan tata kelola, peningkatan sarana prasarana, dan peningkatan kerja sama perguruan tinggi, baik secara nasional maupun internasional.

Roadmap grand desain PTK Katolik terpetakan untuk jangka waktu 20 tahun dimulai dari 2024 sebagai masa transisi dan 2025-2045 sebagai tahun implementasi.

Pada 2045, PTK Katolik diharapkan telah berdaya saing internasional, terjadi peralihan status PTK Katolik dari institut menjadi universitas, ada peningkatan jabatan akademis guru besar, inklusi jurnal pada pengindeks bereputasi di tingkat internasional, dan PTK Katolik menjadi pusat kajian kateketik pastoral.

Hingga 2023, Ditjen Bimas Katolik membina 24 PTK dengan jumlah mahasiswa per Juni 2023 mencapai 5.742 orang. Dari 24 PTK tersebut, terdapat satu PTK yang dinegerikan, yakni Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak melalui Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2017.

Baca Juga :   Pemkab PALI Bersama Kemenag Gelar Rapat Penetapan Zakat Fitrah Ramadhan 1445 H

Ditjen Bimas Katolik juga mengelola lima prodi keagamaan Katolik, di Perguruan Tinggi Umum seperti IFTK Ledalero, UNIKA Weetebula, STFT Fajar Timur Jayapura, dan STFT Widya Sasana Malang.