banner 728x250

Kembangkan SDM Terampil, Menaker Apresiasi Peran Aktif Dunia Usaha dan Industri

Jakarta, wartaterkini.news–Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengapresiasi peran aktif dunia usaha dan dunia industri dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) terampil di Indonesia.

Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mitra Industri 02 di Pati, Jawa Tengah pada Rabu (15/5/2024).

Menaker menyampaikan bahwa saat ini dunia usaha dan dunia industri telah banyak memberikan perannya dalam pembangunan SDM terampil. Hal ini ditunjukkan di antaranya dengan dibangunnya sejumlah SMK di bawah naungan Yayasan Mitra Industri Mandiri.

Baca Juga :   ACI Apresiasi Komitmen Bandara Soetta terhadap Aspek Keselamatan

“Tentu kami bersyukur melihat kehadiran SMK yang dibidangi langsung oleh dunia usaha atau dunia industri. Itu hasil karya yang berbeda karena dikelola langsung oleh praktisinya,” kata Menaker Ida Fauziyah dalam siaran pers yang diterima InfoPublik pada Kamis (16/5/2024).

Ida Fauziyah juga mengapresiasi program Gerakan 1.000 Pengusaha Mengajar yang diinisiasi oleh APINDO pada awal 2024 ini guna mendorong para pengusaha untuk mengembangkan SDM terampil di Indonesia, khususnya di daerah-daerah.

Ida menyampaikan bahwa program tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.

Baca Juga :   Tim Dokter RS Bhayangkara Polda Sumsel Gelar Bhakti Kesehatan, Berikan Pelayanan 113 Penyandang Disabilitas

Output pendidikan vokasi, dari awal harus menjadi tanggung jawab bersama dunia pendidikan dan pelatihan dengan dunia usaha dan dunia industri,” ucap Ida Fauziyah.

Selain membantu link and match penyediaan SDM terampil, Ida Fauziyah meyakini dengan partisipasi aktif dunia usaha dan industri akan membantu menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Per Februari 2024, TPT Indonesia sudah mencapai 4,82 persen dan menjadi yang terendah sejak era reformasi.

“Kalau pada saat pandemi kita sangat down, rasanya galau karena tingkat pengangguran sangat tinggi. Perlahan-lahan dan alhamdulillah kita melampaui sebelum pandemi. Ini adalah hasil kerja keras semua pihak,” ujar Menaker Ida. (**)