Kekerasan Terhadap Pers, Diduga Kembali Terjadi di Kabupaten OKI

OKI Sumsel, wartaterkini.news–Diduga kekerasan terhadap Pers kembali terjadi di Kabupaten OKI, kali ini dialami oleh wartawati dari media Meteor Sumatera yang diduga secara tiba-tiba dibentak oleh oknum Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Dinas Perdagangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kejadian bermula ketika Krisna wartawati dari media Meteor Sumatera, hendak menanyakan terkait penagihan koran di Dinas yang dimaksud, sekira Pukul 10:00 Wib Rabu (6/4/22) pagi.

“Saat itu saya sudah dijanjikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten OKI Alamsyah untuk menemui bendahara dinas. Namun saat saya temui, bendahara tidak berada di tempat,”ungkap Krisna kepada teman sepropesinya.

Baca Juga :  Porkab 2021, Bangkitkan Prestasi Olahraga OKI

“Ketika beranjak keluar ruangan, tiba-tiba saya dibentak oleh oknum TKS inisial Hs dengan kata-kata kasar dan tidak menyenangkan terhadap saya, yaitu dengan menyebut nama salah satu hewan (BAB1) dengan nada arogan,”sambung Krisna bersama rekan lainya yang turut serta dalam kejadian tersebut.

Karena tidak tahan dengan apa yang disampaikan oleh oknum TKS itu, akhirnya Krisna dan rekan lainnya berlalu dari Kantor Dinas Perdagangan Kabupaten OKI dan menceritakan kejadian ini kepada Parameswara.id dan sejumlah wartawan lainya.

Baca Juga :  OKI Jaring ASN Berkualitas, Langkah Awal Terapkan Sistem Merit

Sementara ketika dikonfirmasi melalui via Whatsapp-nya, Kepala dinas Perdagangan Kabupaten OKI Alamsyah membantah bahwa pengakuan tersebut tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

“Yang bersangkutan (Krisna) ditanya oleh Staf Dinas Perdagangan terkait berkas administrasi Media Meteor Sumatra yang harus dilengkapi. Dan ternyata tidak lengkap. Hanya ada copy NIB perusahaan. Sementara KTA dan UKW serta syarat lainnya yang harus dilengkapi guna pengajuan berlangganan koran Tahun 2022 tidak ada dalam lampiran”,terang Alamsyah di via whatsapp nya.

Baca Juga :  Gegara Berita Tender Proyek Jaringan Air Ijukutu, Wartawan Media Online di Sikka Diintimidasi

Belum lagi menurut Alamsyah, sebelumnya terkait bukti fisik atau koran yang hendak ditagih oleh yang bersangkutan pun tidak pernah ada di Dinas Perdagangan.

“Itu makanya ditolak untuk membayarkan sesuai yang diminta oleh saudara Krisna yakni tagihan koran per-Januari hingga April (4 bulan) Tahun 2022, “Jelas Alamsyah seraya menutup perbincangan di via WhatsApp nya.

Meski demikian, tindakan yang dilakukan oleh oknum TKS inisial Hs dinilai menciderai UU Pers No 40 Tahun 1999. Dan atas kejadian ini sejumlah wartawan akan menindaklanjuti perkara tersebut. (Tim)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini