Kabupaten Magelang Siap Selenggarakan Pembelajaran Tatap Muka

oleh -194 views

Magelang Jawa Tengah, wartaterkini.news–Ratusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Magelang, siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di musim pandemi Covid-19.

Demikian juga dengan lembaga-lembaga penyelenggara pendidikan, sudah sangat siap dan tinggal menunggu kajian epidemologi terutama di awal Juli 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Azis Amin Mujahidin, M.Pd. Dia mengungkapkan, di Kabupaten Magelang, jumlah SD sebanyak 692, SMP ada 131 baik negeri maupun swasta. Sedangkan lembaga penyelenggara pendidikan sejumlah 879.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan Kembali Batalkan Pembelajaran Tatap Muka

“Seluruh SD dan SMP serta lembaga penyelenggara pendidikan sudah menyiapkan sarana-prasarana protokol kesehatan. Namun semuanya dikembalikan lagi ke satgas Covid-19,” ujarnya usai jumpa pers Penanganan Covid-19 di Ruang Command Center (CCR) Kabupaten Magelang, Jumat (11/06/2021).

Kendati sudah mengatakan sangat siap, Azis mengaku belum mengajukan izin atau permohonan pembelajaran tatap muka ke Satgas Covid-19.

“Kita belum ajukan permohonan pembelajaran tatap muka. Namun kita sudah sangat siap bila PTM dimulai,” tukas Azis.

Untuk persiapan PTM, pihaknya sudah melakukan ujicoba di tiga sekolah selama dua kali. Masing-masing di SMP Negeri 1 Mertoyudan, SMP Negeri 1Mungkid dan SMP Negeri 1 Salaman.

Baca Juga :  Taruna Akmil Sermadatar Muhammad Irfan Sabet Juara 1 KTI Tingkat TNI AD

Di tahun 2021 ini, Azis menjelaskan, ujicoba pertama dilaksanakan 17-23 April, kemudian kedua 26 April sampai 7 Mei. Ujicoba ketiga rencananya akan dilaksanakan 12 Juli mendatang.

“Untuk yang tahap tiga, akan dilakukan perluasan ujicoba tatap muka. Namun masih menunggu kajian epidemologi lebih dahulu,” ungkapnya.

Dari ujicoba yang sudah dilaksanakan, tidak ada kendala yang muncul. Siswa juga dilakukan tes rapid antigen pasca PTM. Dan seluruhnya dinyatakan negatif, tidak ada yang terpapar Covid-19.

Baca Juga :  KPU RI: Pilkada Serentak 2020 Digelar September

Azis menambahkan, ada banyak skenario untuk pembelajaran tatap muka. Seperti siswa yang hadir hanya 25 persen dari kapasitas. Nantinya setelah diakukan evaluasi baru ditentukan apakah selanjutnya perlu ditambah atau tidak.

“Nanti, siswa yang diutamakan masuk merupakan siswa yang rumahnya terdekat dengan sekolah. Saat berangkat siswa bisa diantar orang tua atau naik sepeda ontel,” terang Azis.

Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait, seperti Dinas Perhubungan. Hal itu terkait dengan transportasi umum yang kemungkinan digunakan oleh siswa. (Narwan/Red)

Print Friendly, PDF & Email