Kamis, Juni 30, 2022
Google search engine
BerandaBeritaKabar Penculikan Anak Tersebar di Medsos, Kapolres Magelang: Itu Tidak Benar

Kabar Penculikan Anak Tersebar di Medsos, Kapolres Magelang: Itu Tidak Benar

Magelang Jawa Tengah, wartaterkini.news–Beredar informasi melalui akun media sosial (medsos) tentang peristiwa percobaan penculikan anak atas nama MHD warga Dusun Durensawit, Desa Selomirah, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang tanggal 2 September 2021. Terkait hal itu pihak kepolisian mengeluarkan klarifikasi jika kabar tersebut tidak benar.

Dalam media sosial tersebut disebutkan ada seorang anak yang sedang bermain di jembatan sebelah utara Dusun Durensawit. Tiba-tiba datang seseorang langsung melakukan penangkapan anak tersebut dengan cara diborgol. Karena anak tersebut melawan pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun menjelaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Menurutnya dari hasil penyelidikan didapatkan keterangan jika saksi yang merupakan tetangga anak itu (diduga pemilik borgol) menerangkan bahwa benar memiliki borgol yang dipakai oleh anak tersebut. Namun borgol itu disimpan di ember bekas di belakang rumah dan didapatkan saksi pada tahun 1982 sewaktu masih menjadi anggota Linmas.

Baca Juga :  Update Positif Covid-19 di Morotai Meningkat Capai 7 Kasus

“Setelah Tim Satreskrim melakukan wawancara dengan saksi, kemudian melakukan klarifikasi kepada MHD didampingi oleh ibunya, Dinsos, Perangkat Desa serta Kepala Sekolah. Dia mengakui jika hanya mengarang cerita percobaan penculikan tersebut,” kata Sajarod, Jumat (03/09/2021).

Dirinya menambahkan anak tersebut terpaksa mengarang cerita karena takut dimarahi oleh orang tuanya karena bermain borgol sehingga borgol tersebut terkunci.

“Anak MHD itu karena takut dimarahi orang tuanya, kemudian membuat karangan cerita penculikan itu,” lanjutnya.

Baca Juga :  Dandim Tinjau Serbuan Vaksinasi Kodam IV Diponegoro di Tempuran

Adapun kronologis yang diungkap Tim Satreskrim Polres Magelang sebenarnya menurut keterangan MHD, bahwa pada hari Rabu tanggal 1 September 2021 sekitar pukul 14.00 WIB, dia sedang bermain di rumah tetangga pemilik borgol dan menemukan borgol di ember bekas di belakang rumah. Kemudian oleh MHD borgol tersebut diambil dan dimainkan di dekat kandang sapi. Namun sayang borgol terkunci sehingga tidak bisa terlepas.

“Karena panik, MHD kemudian pulang ke rumah sambil berteriak-teriak ke ibunya dan ketika sampai di rumah ditanya oleh ibunya. Kemudian karena takut dimarahi, anak menceritakan kalau dirinya hendak diculik orang,” jelasnya.

Baca Juga :  Kodim 0705/Magelang Berikan Vaksin Masyarakat Lereng Merapi

Berkaca pada kasus tersebut Kapolres Magelang mengimbau agar masyarakat tidak lagi menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya.

“Saring sebelum sharing, artinya saring dulu informasinya apakah betul atau tidak sebelum diunggah ke media sosial,” imbau Sajarod

Dirinya juga meminta kepada masyarakat, apabila mengetahui terkait informasi kejadian tindak pidana, dapat segera melaporkan ke kantor Kepolisian terdekat atau melalui Bhabinkamtibmas untuk kemudian ditindaklanjuti oleh Polsek maupun Polres.

“Kepada masyarakat meskipun informasi ini ternyata tidak benar, tetap waspada dan berhati-hati. Jaga buah hati dengan baik, khususnya saat keluar rumah. Kami dari Kepolisian juga tetap akan melakukan kegiatan pencegahan,” pesan Kapolres. (Narwan/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 1:25 am

Paling Populer

Headline News