Senin, Juni 27, 2022
Google search engine
BerandaBeritaJual Mi Basah Berformalin, Pedagang Asal Kota Magelang Ditangkap Aparat Kepolisian

Jual Mi Basah Berformalin, Pedagang Asal Kota Magelang Ditangkap Aparat Kepolisian

Magelang Jateng, wartaterkini.news–Aparat Polres Magelang, Polda Jawa Tengah, mengamankan seorang pedagang di Pasar Muntilan, Kabupaten Magelang. Hal itu terungkap dalam Press Conference yang dipimpin langsung oleh Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun, S.H., S.I.K. di Lobby Mapolres Magelang, Kamis (19/05/2022).

Pedagang berinisial B (48) diamankan karena diduga menjual mi basah yang mengandung formalin dan boraks. Diketahui Tersangka B ini merupakan warga Kampung Magersari, Kota Magelang, yang berjualan di Pasar Muntilan Kabupaten Magelang.

Dijelaskan Sajarod, formalin merupakan bahan kimia berbahaya jika dikonsumsi manusia. Zat kimia ini biasa digunakan untuk mengawetkan mayat. Sedangkan boraks adalah zat kimia yang biasa dipakai untuk bahan pembersih.

Baca Juga :  Bupati OKU Terima Audensi Panitia Peringatan Hari Raya Natal

“Polisi mengungkap kasus ini setelah menerima informasi dari masyarakat. Bahwa di wilayah Muntilan, Kabupaten Magelang, ada penjual mi basah mengandung zat berbahaya tersebut. Polisi kemudian menyelidiki hingga akhirnya menangkap Tersangka,” terang Kapolres Sajarod.

Kapolres Sajarod menguraikan, mendasari hasil Laboratoris Kesehatan terhadap Mie Basah yang Positif Formalin dan Boraks, selanjutnya Tim melakukan penyelidikan dan didapati jika pengiriman Mie Basah kepada Saksi BW dilakukan pada malam hari. Sewaktu pengiriman ketempat Saksi BW petugas mengamankan Saksi SRT selaku karyawan yang bertugas untuk melakukan pengiriman dengan menggunakan sepeda motor dan membawa Mie Basah seberat 175 Kg (5 Karung).

Baca Juga :  Tokoh Masyarakat Desa Paka, Sampaikan Alasan Memilih Paket Deno-Madur

“Dari Saksi SRT didapat keterangan jika ia dipekerjakan oleh Tersangka, lalu Tim mengamankan Tersangka dirumahnya dan melakukan penggeledahan kerumah produksinya dan mengamankan alat dan bahan untuk pembuatan Mie Basah serta bahan yang dilarang untuk tambahan pangan yaitu Garam Bleng dan Garam Londo,” terangnya.

Terhadap Mie Basah, garam Bleng dan Garam Londo telah diuji Laboratoris dan didapati hasil jika Mie Basah Positif Formalin dan Boraks, Garam Bleng Positig Boraks serta Garam Londo positif Formalin.

“Tersangka memproduksi mi basah tersebut di rumah produksinya di Kampung Magersari, Kota Magelang. Kemudian diedarkan atau dijual kepada BW, yang saat ini berstatus sebagai saksi.

Baca Juga :  DPRD Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Laporan 7 Raperda

BW itu sendiri kemudian menjual mi tersebut kepada pedagang sayur keliling dan penjual olahan mi siap saji di sekitar Muntilan.

Perbuatan Tersangka B melanggar Pasal 136 huruf b UURI No. 18  tahun 2012 tentang Pangan dan atau pasal 204 KUHP. Yaitu tindak pidana setiap orang yang melakukan produksi pangan untuk diedarkan yang dengan sengaja menggunakan bahan yang dilarang digunakan untuk bahan tambahan pangan.

“Dan atau barang siapa menjual, menawarkan, menerimakan atau membagi-bagikan barang, sedang di ketahuinya, bahwa barang tersebut membahayakan jiwa atau kesehatan orang dan ia mendiamkan sifat berbahaya itu,” terang Sajarod. (Narwan/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 26 June, 2022 10:24 pm

Paling Populer

Headline News