banner 728x250

Jemaah Haji Indonesia Diminta Cegah Dehidrasi dengan Minum Oralit

Jakarta, wartaterkini.news–Jemaah haji diminta mencegah dehidrasi selama melaksanakan ibadah haji. Dehidrasi bisa menjadi pangkal penyebab kambuhnya penyakit-penyakit kronis yang mungkin sudah dibawa sejak dari tanah air.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi, yakni minum oralit satu kali sehari. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Kesehatan KKHI Madinah Karmijono pada acara sosialisasi minum oralit di Hotel Arjuan Al Saadah.

“Karena jemaah haji tersebut mengalami dehidrasi  sehingga penyakit yang tidak pernah kambuh menjadi kambuh,” kata Karmijono melalui keterangan resminya yang dikutip dari InfoPublik pada Kamis (30/5/2024).

Baca Juga :   Grebeg Sudiro, Tradisi Akulturasi Budaya Tionghoa dan Jawa

Sosialisasi itu juga dihadiri oleh kepala sektor 3, perangkat kloter, dan jemaah haji yang berada di sektor 3. Dalam penyelenggaraan Ibadah Haji 1445 H/2024 M, Hotel Arjuan Al Saadah berada dalam Sektor 3.

Ia juga mengingatkan jemaah yang masih ada di Tanah Air dan akan berangkat ke Arab Saudi untuk membiasakan diri minum oralit. Karmijono berharap perangkat kloter untuk mengingatkan kepada jemaah untuk minum oralit yang sudah ada dalam paket yang diberikan diembarkasi.

Lebih lanjut, Karmijono menyatakan hampir 90 persen pasien yang menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) berawal dari dehidrasi.

Baca Juga :   Turnamen Pemuda Khatulistiwa Cup I 2023, Resmi Ditutup Bupati Halsel

Bahkan, ada jemaah haji yang didiagnosis demensia pun dapat kembali pulih dan dapat bergabung kembali dengan kloternya setelah pemulihan cairan dilakukan. Bahkan, ada pasien yang sudah diberangkatkan ke Makkah dalam kondisi yang baik.

Pada kesempatan tersebut, Karmijono menyampaikan jumlah jemaah haji yang dirawat di KKHI Madinah telah berkurang, yakni dari sebelumnya berjumlah 27 orang menjadi 15 orang.

“Rata-rata jemaah haji yang dirawat mengalami kelelahan sehingga memicu kambuhnya komorbid. Selain itu, jemaah yang dirawat adalah mereka yang jarang minum,” kata Karmijono. (**)