Ini Kronologi Usai Nonton Orgen, Seorang Pemuda di OKU Selatan Meregang Nyawa

OKU Selatan Sumsel, wartaterkini.news–Peserta rakyat dalam rangka HUT RI Ke-77 di desa Kembang Tinggi, Kecamatan Buay Pemaca, kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menjadi malam tragis bagi salah satu pemuda warga desa Kotawai Kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan.

DG (22) warga desa Kotawai, Kecamatan Buay Pemaca, kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan diduga tewas usai dianiaya oleh rekannya pada Minggu (21/08/2022) sekira pukul 03:30 WIB.

Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha.,SH.,SIK.,MH yang didampingi Kasat Reskrim Polres OKU Selatan AKP Acep Yuli Sahara dan Kapolsek Buay Pemaca, IPDA Antoni Steven pada keterangan persnya membenarkan adanya tindak pidana pembunuhan atau penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia.

“Hal tersebut sebagaimana dimaksud dalam primer pasal 338 subsider pasal 351 ayat (3) KUHPidana”, jelas Kapolres

Dikatakan Kapolres kejadian bermula saat korban menonton organ tunggal dalam rangka peringatan HUT RI Ke-77 di Desa Kembang Tinggi. Sekira pukul 03.00 WIB setelah acara selesai korban bermaksud hendak pulang dan korban memanggil saksi Supri untuk minta antar pulang dengan mengancam saksi menggunakan pisau.

Baca Juga :  Waka Polres OKU Selatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah di Desa Surabaya

Melihat hal tersebut, Supri (Saksi) menjauhi korban, namun hal itu dilihat oleh DA (27), warga Desa Kembang Tinggi. DA yang merasa tidak nyaman dengan perbuatan korban langsung mengeluarkan pisau jenis kujang dan menikamkan ke arah korban, tepat mengenai dada sebelah kanan dekat leher korban.

“Pelaku DA menusuk korban sebanyak satu kali tusukan”, jelas Kapolres.

Setelah ditusuk lanjut Kapolres, kemudian korban langsung berlari kearah semak belukar dan pelaku mengejar korban. Melihat itu, saksi dan warga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) langsung menghalangi dengan cara memegang pelaku agar tidak mengejar korban. Kemudian pelaku melepaskan diri dari pegangan para saksi dan langsung melarikan diri.

Baca Juga :  Pergerakan Penumpang Mudik di Semua Moda, Meningkat Drastis

“Setelah itu warga sekitar langsung membubarkan diri dari lokasi kejadian yang juga merupakan lokasi hiburan orgen tunggal”,beber Kapolres

Dikatakan Kapolres, pada pagi harinya sekira pukul 07:00 WIB, Kepala Desa Kembang Tinggi mendapat informasi dari warga jika ada seorang laki-laki yang tergeletak di pinggir jalan Raya Desa Kembang Tinggi.

Kepala Desa bersama warga lalu melakukan pengecekan dan setelah diamati ternyata laki-laki tersebut adalah DG, korban yang ditikam Da dan dalam keadaan telah meninggal dunia.

“Melihat hal ini Kepala Desa Kembang Tinggi langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Buay Pemaca”, terang Kapolres

Sementara itu setelah mengetahui
kejadian dan identitas pelaku, Kapolsek Buay Pemaca beserta jajaran yang di back up Kanit Pidum Sat Reskrim Polres OKU Selatan menuju ke rumah pelaku dan menghimbau pelaku yang melarikan diri ke hutan untuk menyerahkan diri.

Baca Juga :  Gencarkan Vaksinasi COVID-19, Polres OKU Selatan Sasar Pengunjung Pasar Mingguan

“Sekira pukul 12:30 WIB di hari yang sama (Minggu), pelaku diantar keluarganya menyerahkan diri ke Sat Reskrim Polres OKU Selatan”,pungkas Kapolres

Saat ini Pelaku sudah diamankan oleh pihak kepolisian guna mempertanggung-jawabkan perbuatan yang dilakukannya sesuai dengan penerapan hukum yang berlaku.

Untuk barang bukti yang berhasil diamankan yakin 1 (satu) bilah pisau belati jenis kujang bermata dua tanpa gagang (milik tersangka), 1 (satu) bilah pisau garpu bergagang kayu warna cokelat muda dan memiliki sarung berbahan kulit (milik korban)

Selain itu juga turut diamankan 1 (satu) buah celana panjang jenis levis warna biru yang terdapat noda darah, 1 (satu) buah baju kaos oblong lengan pendek warna hitam yang terdapat lobang pada bagian dada yang juga terdapat noda darah. (Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini