Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan pihaknya akan menindak pemotor yang mengendarai motor sambil memainkan handphone (HP) dengan e-TLE.

“Nyetir pakai HP kena. Kalau sambil jalan main HP kena. Kalau berhenti dulu main HP dan kemudian jalan lagi enggak (kena e-TLE)”.jelasnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27-01-2020) lalu.

Baca Juga :  Pemkab Lambar Laksanakan Kesiapsiagaan Bencana

Yusuf juga mengatakan, selain menggunakan HP saat berkendara, ada beberapa jenis pelanggaran lainnya yang akan ditindak oleh Polisi. Salah satunya adalah tidak menggunakan helm saat berkendara.

“Jenis pelanggaran yang pertama adalah tidak memakai helm, kemudian yang kedua adalah marka jalan atau menerobos lampu merah, dan ketiga stop line”.jelasnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan sosialisasi terkait e-TLE untuk motor ini. Penindakan pun akan dilaksanakan setelah sosialisasi dirasa cukup.

Baca Juga :  Babinsa Dampingi Vaksinasi Bumil di Puskesmas Bandongan

“Kemudian kegiatan ini dilaksanakan mulai 1 Februari itu sudah dilaksanakan penindakan. Sekarang masih kita uji coba, ada yang kena dan sebagainya dan kita ingatkan”.ungkap Yusuf.

Untuk denda tilang sendiri, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar menyebutkan denda yang dikenakan dalam sistem e-TLE merupakan denda maksimal.

“Denda maksimal untuk e-TLE ini. Tidak pakai helm ancaman hukuman kurungan 1 bulan, denda Rp250 ribu. Melanggar marka Pasal 287 ayat 1 ancaman kurungan 2 bulan dengan denda kurungan Rp500 ribu. Terganggu konsentrasinya misal karena pakai HP diancam kurungan 3 bulan dengan denda Rp750 ribu”.jelasnya. (kpl/jpp/red)

Baca Juga :  Rumah Sakit Haji Jakarta Kini Dilengkapi Layanan Vaksin Meningitis