Jumat, Mei 27, 2022
Google search engine
BerandaBeritaIndonesia Ajak Semua Pihak Cegah Eskalasi Ketegangan di Timur Tengah

Indonesia Ajak Semua Pihak Cegah Eskalasi Ketegangan di Timur Tengah

ABU DHABI, wartaterkini.news–Indonesia berusaha melakukan berbagai upaya untuk mencegah eskalasi ketegangan di Timur Tengah pascaserangan drone Amerika Serikat (AS) yang menewaskan jenderal senior Iran, Qassem Soeleimani, di Baghdad, Irak, awal bulan ini.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Indonesia sudah berbicara dengan Amerika Serikat, dengan Iran di tingkat Dewan Keamanan, dan sudah berusaha untuk men-deputation dan meng-encourage semua pihak agar eskalasi yang lebih buruk tidak terjadi lagi.

“Saya melakukan pembicaraan per telepon pada tanggal 8 malam, berarti 9 pagi, karena pada saat itu Menteri Luar Negeri Vietnam baru mendarat di New York. Vietnam untuk bulan Januari ini bertindak sebagai Presiden dari Dewan Keamanan PBB. Saya melakukan pembicaraan, saya mengulangi lagi spot Indonesia terhadap presidency Vietnam”. kata Menlu kepada wartawan di Emirate Palace, Abu Dhabi, UEA, Minggu (12-1-2020) malam.

Baca Juga :  Evakuasi 31 ODGJ Dari Pangandaran Di Rawat di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor

Indonesia, lanjut Menlu Retno, mengharapkan Vietnam juga menggunakan pengaruhnya sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB agar semua pihak yang terkait dapat menahan diri sehingga tidak terjadi lebih buruk lagi.

“Jadi, kita cukup banyak untuk mengirimkan pesan, untuk meng-encourage agar eskalasi yang lebih jelek tidak terjadi lagi”.tuturnya.

Mengenai apakah masalah tersebut dibicarakan dengan Uni Emirat Arab (UEA), Menlu Retno Marsudi mengemukakan bahwa pada pertemuan dengan Menlu UEA dirinya juga membahas masalah tersebut, dan prinsip keduanya sama.

Baca Juga :  Gubernur Sumsel Ajak Semua Pihak Wujudkan Sumsel Satu Data

“Kita tidak ingin situasi menjadi lebih memburuk”.ujarnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun, sambung Menlu Retno, juga sedikit menyinggung masalah ketegangan di Timur Tengah tersebut dalam pertemuannya dengan Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ).

Namun pembahasan ini tidak fokus, karena fokus pembahasan dalam pertemuan keduanya lebih kepada masalah ekonomi.

Ditegaskan Menlu Retno, semua negara khawatir dengan kemungkinan terjadinya perang terbuka antara AS dan Iran. Indonesia pun yang posisinya jauh juga khawatir karena perang tidak akan menguntungkan siapapun.

“Perang itu akan berpengaruh pasti terhadap ekonomi dunia yang sudah tanpa perang pun sudah tertekan, tertekan terus ke bawah,” katanya.

Baca Juga :  Indonesia Akan Ekspor Manggis dan Promosi Wisata Lewat Alibaba

Bagi Indonesia, lanjutnya, yang sangat langsung terdampak adalah nasib warga negara Indonesia. Karena di Iran, menurut data yang ada, jumlah WNI yang ada di sana itu lebih dari 400. Sementara yang di Irak lebih dari 800.

Namun diperkirakan jumlah yang ada pasti lebih besar dari data yang diterima Menlu Retno.

“Belum lagi kita bicara mengenai WNI yang tinggal di sekitar wilayah itu yang kalau ditotal bisa jumlahnya jutaan. Jadi, kalau situasinya tidak dapat dieskalasi, diredakan, maka pasti akan terpengaruh kepada warga negara kita, tetapi sekali lagi untuk antisipasi,” tandasnya. (stkb/red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Covid-19 Counter

Indonesia
6,053,894
Total Kasus
Updated on 27 May, 2022 12:25 pm

Paling Populer

Headline News