Senin, Mei 23, 2022
Google search engine
BerandaBeritaIlegal Logging Marak, Lembaga Taktis Minta Gubernur Sulteng Lakukan Ini

Ilegal Logging Marak, Lembaga Taktis Minta Gubernur Sulteng Lakukan Ini

Touna Sulteng, wartaterkini.news–Maraknya aktivitas perambahan hutan di dalam Kawasan Hutan Negara (KHN) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) semakin tak terbendung. Bahkan dinilai sudah mencapai tahap mengkhawatirkan.

Kegiatan ilegal logging di dalam kawasan hutan tanpa izin IPPKH terjadi setiap saat di hampir seluruh pelosok Kabupaten Touna, Sulawesi Tengah.

Atas kondisi tersebut, Direktur Lembaga TAKTIS Yusuf Dumo meminta kepada Gubernur Sulawesi Tengah untuk segera mengevaluasi kinerja Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sivia Patuju.

“Mengacu kepada UU 61 Tahun 2010 KPH merupakan SKPD setingkat eselon III dan bertanggung jawab kepada Gubernur. Kemudian salah satu tugas mereka juga adalah terkait Perlindungan Hutan. Maka wajib untuk di evaluasi,” ucap Yusuf, Minggu (28/11/2021).

Baca Juga :  Pemkab OI Kembali Terima Penghargaan Kementerian

Ia menambahkan, KPH ditetapkan melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2010. Tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi di Daerah.

“KPH juga terbagi atas Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP),” tambahnya.

Lebih lanjut Yusuf menyebutkan, adapun tugas dan fungsi KPH menurut ketentuan UU No.61 Tahun 2010 yakni meliputi tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan. Juga pemanfaatan hutan, penggunaan kawasan hutan, rehabilitasi hutan dan reklamasi, perlindungan hutan dan konservasi alam.

Baca Juga :  Ketua KPU Sumsel: Covid-19 Tak Bisa Gugurkan Paslon Dalam Pilkada

“Jadi sebenarnya kalau kita lebih telisik, KPH ini adalah lembaga yang mesti tahu dan harusnya bertanggungjawab terkait maraknya aktivitas ilegal logging di dalam Kawasan Hutan. Baik Kawasan Hutan Produksi, Hutan Produksi Terbatas, Hutan Produksi Konservasi maupun di dalam Kawasan Hutan Lindung,” terang Yusuf.

Oleh karenanya, untuk meminimalisir dan mencegah kegiatan perambahan hutan tersebut perlu kiranya dilakukan evaluasi mendalam kepada KPH Sivia Patuju oleh Gubernur Sulawesi Tengah. Hal itu sebagai bentuk keseriusan Gubernur Sulteng dalam komitmennya terhadap pencegahan potensi kerusakan alam. Umumnya di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Tojo Una-Una.

Baca Juga :  200 Seniman di Kota Bengkulu Terakomodir Dapatkan Bantuan

“Mesti ada evaluasi, untuk mengetahui bagaimana kinerja KPH Sivia Patuju selama ini. Bagaimana bisa kegiatan perambahan hutan di dalam Kawasan Hutan tanpa IPPKH bisa terus-terusan berlangsung tanpa ada penindakan. Padahal fungsi utama KPH adalah melindungi hutan,” tandasnya.

Oleh sebab itu, Lembaga TAKTIS telah menyiapkan data-data terkait maraknya aktivitas ilegal logging di hampir seluruh wilayah Kabupaten Tojo Una-Una.

“Ini sebagai dasar surat permintaan kepada Gubernur Sulteng untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja KPH Sivia Patuju di Kabupaten Tojo Una-Una,” tutupnya. (Jefry/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Covid-19 Counter

Indonesia
6,052,590
Total Kasus
Updated on 23 May, 2022 8:10 am

Paling Populer

Headline News