Rabu, Juni 29, 2022
Google search engine
BerandaBeritaIkut Usulan Presiden, Pj Bupati Muna Barat Akan Cetak Sawah Seluas 400...

Ikut Usulan Presiden, Pj Bupati Muna Barat Akan Cetak Sawah Seluas 400 hektar

Muna Barat Sultra, Wartatwrkini.News – Sesuai intruksi Presiden RI dalam rangka Food Estate, Penjabat Bupati Muna Barat meninjau lahan yang berpotensi menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi, salah satunya di Desa Kampani, Kecamatan Wadaga.

Desa Kampani memiliki tiga mata air besar, yakni air Matanoo Foo, Matambite, dan Ghulu, dengan satu bendungan dan jaringan irigasi primer, sehingga berpotensi sebagai lahan cetak sawah.

Penjabat Bupati Muna Barat, Bahri, mengatakan bahwa bersama Camat Wadaga ia akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi mengenai penurunan status hutan, yakni hutan lindung menjadi hutan yang dikonversi, sehingga akan dibuka lahan cetak sawah seluas 400 hektar.

“Jadi yang akan kita bangun cetak sawah dan juga jaringan irigasi, dengan sawah ini menghasilkan pendapatan ekonomi, ini arahan Presiden RI dalam krisis pangan,” ungkapnya, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga :  Tiga Titik Berpotensi Menjadi Kluster Baru Penyebaran Covid-19

Ia juga menyampaikan dari tiga mata air yang ada, akan dibuat normalisasi sungai sesuai usulan dari salah satu anggota DPRD untuk menambah debit air, mengingat tiga mata air ini mengalir sampai ke Kecamatan Tiworo Selatan.

“Karena ini ada tiga mata air supaya semua nyambung ke danau, sehingga nanti kalau sudah ada sawah, sudah tidak ada lagi persoalan air,” pungkasnya.

Ia juga menyebut bahwa di Kecamatan Wadaga potensi air berlimpah, sehingga nanti akan ditugaskan kepada konsultan, serta Dinas PUPR dan Dinas Pertanian untuk menghitung dana yang akan dibutuhkan dalam normalisasi sungai dan cetak sawah.

Baca Juga :  Kapolres OKU Selatan Pimpin Apel Gabungan Pengamanan Lebaran

Maka nantinya akan dialokasikan ke APBD perubahan tahun 2022, dengan luas 100 hektar atau 50 hektar terlebih dulu, ini tergantung dengan dana yang ada, kemudian nantinya akan dianggarkan di APBD tahun 2023, dan akan diusulkan ke Kementerian Pertanian.

“Kita buat proposal utuh pembangunan cetak sawah, dengan pengadaan semua fasilitas, di mana saya ingin setelah cetak sawah masyarakat sudah langsung bisa menanam,” ucapnya.

Direktur Perencanaan Anggaran Keuangan Daerah itu juga mengungkapkan ini sebagai kebutuhan masyarakat bukan orientasi proyek, sehingga nantinya masyarakat bisa merubah mata pencahariannya sebagai petani sawah.

“Kita merubah Kecamatan Wadaga sebagai lumbung padi di Kabupaten Muna Barat, kita akan buat bertahap sesuai keuangan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Warung Kopi Ali Kupi Berdayakan Satgas Masker, Bantu Tangkal Covid-19

Kemudian Kepala Desa Kampani, La Aji, mengatakan bahwa sebelumnya telah dibuat kanal seluas 1,6 Kilo meter dari anggaran Dana Desa (DD) kisaran Rp. 150 Juta.

Di mana awalnya ini merupakan rintisan yang dilakukan seluruh masyarakat desa dengan tujuan membuka lahan perkebunan jagung kuning, namun karena ada program pemerintah pusat terkait penanganan krisis pangan, masyarakat desa setuju akan lahan cetak sawah.

“Saya langsung sampaikan kepada Pj Bupati Muna Barat bahwa di Desa ini ada potensi sawah, dan Pj menyambut dan menyetujui keinginan masyarakat dengan meninjau langsung lahan,” tutupnya. (La Ode Amsir)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 1:25 am

Paling Populer

Headline News