Hindari Pinjol.! Baznas OKI Punya Pinjaman Tanpa Bunga

OKI Sumsel, wartaterkini.news–Akses permodalan dan literasi keuangan menjadi persoalan masyarakat menengah kebawah untuk memulai maupun mengembangkan usaha. Sehingga mengarahkan mereka meminjam uang diantaranya lewat pinjaman online (Pinjol) ilegal.

Untuk itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ogan Komering Ilir menyediakan modal bagi masyarakat sesuai syariah tanpa bunga atau riba.

Ketua Baznas Kabupaten OKI. Devison, S.Pdi Mengatakan bantuan modal usaha merupakan salah satu bentuk komitmen BAZNAS dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui program ekonomi produktif.

Baca Juga :   Sebanyak 601 PPPK di PALI Dilantik, Wabup: Laksanakan Tugas dengan Amanah dan Penuh Tanggung Jawab

“Kami berharap bantuan modal usaha ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para mustahik. Gunakan modal ini untuk mengembangkan usaha, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup keluarga.”Ujar Davidson

Bantuan pinjam modal usaha tanpa bunga tersebut diserahkan kepada 43 Orang dengan nominal Rp 3.500.000. Dengan harapan penerima manfaat dapat mengembangkan usahanya, dan meningkatkan pendapatan serta taraf hidup.

“Dasar kerjanya adalah tidak ada bunga, tetapi kita minta kepada mereka yang pinjam nanti pengembalian lebih baik atau dia berjanji ke depan akan sesuai dengan skema yang kita harapkan; tahun ini kita kasih pinjaman, tapi tahun berikutnya sudah bisa jadi muzaki, harapan kita begitu,” tuturnya.

Baca Juga :   Kapolsek Muntilan Sosialisasikan Call Center Layanan 110 Secara On Air Lewat Radio

Selain pinjaman permodalan, Baznas OKI juga menyerahkan bantuan hibah modal usaha Konsumtif kepada 20 penerima dengan total nilai bantuan masing-masing Rp 500.000.

Pj. Bupati OKI melalui asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Antonius Leonardo mengapresiasi program digagas oleh Baznas OKI itu. Terobosan ini menurutnya, satu inovasi positif dan patut dikembangkan, sebab ikut mendukung program pemerintah mengentas angka pengangguran dan kemiskinan.

“Di luar itu, menjadikan warga sebelumnya kurang mampu. Nantinya hidup mereka lebih berproduktif dan menghasilkan nilai ekonomi. Pada akhirnya menjadi warga mampu sejahtera, tidak menutup kemungkinan ikut menginspirasi orang lain”, imbuhnya (Fitri/Red)