Kamis, Juni 30, 2022
Google search engine
BerandaBeritaHindari DBD, Kadis Kesehatan Himbau Masyarakat Morotai lakukan Tiga "M"

Hindari DBD, Kadis Kesehatan Himbau Masyarakat Morotai lakukan Tiga “M”

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news– Salah seorang pasien hasil diagnosa RSUD Pulau Morotai dinyatakan positif mengidap Demam Berdarah. Kamis (18-07-2019)

MN Orang tua pasien ketika mendampingi anaknya di RUSD Morotai (18-7) menuturkan rasa sukurnya, Atas kekebalan tubuh anaknya yang sudah 6 hari sakit. “Namun kata dokter terjadi trombosit atau penurunan kekebalan tubuh pada anak saya”. Ujarnay

Terpisah Direktur RSUD Morotai Jolius Jiskar Krons, ketika di konfirmasi, Membenarkan hal tersebut, saat ini terdapat satu pasien yang mengalami gejalah Demam Berdara (DBD) di sebabkan karena ada perubahan cuaca namun sudah di tangani. “Kasus gejalah Demam Berdara sebenarnya statusnya belum termasuk pada kejadian luar biasa (KLB) karena baru satu pasien yang kita temukan”. ungkapnya

Baca Juga :  Hut Kabupaten PALI ke-8, DPRD Pali Gelar Rapat Paripurna

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Morotai, dr. Victor Palimbong, mengatakan sampai saat ini dirinya belum menerima laporan bulanan, terkait adanya pasian penderita Demam Berdarah tersebut.

Gejalah demam berdara sering terjadi pada tingginya curah hujan atau musim hujan sehingga bagi masyarakat di himbau agar selalu hidup dengan lingkungan yang bersih supaya terhindar dari penyakit demam berdara. Adapun gejala demam berdara pada pasien terdapat bintik-bintik merah, panas tinggi, serta nyeri otot dan sendi.

Salah satu kecamatan di morotai yakni Kecamatan Morotai Selatan adalah kecamatan yang bebas nyamuk, namun Dinas Kesehatan sudah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (BSN) dengan cara menyebarkan bubuk Abate ke seluruh tempat-tempat yang terdapat genagan air, di setiap sumur, bak mandi dan lainya pada tempat-tempat yang menimbulkan sarang nyamuk di 4 Kecamatan Kab. Pulau Morotai.

Baca Juga :  Aksi Demo Anak Petani Morotai Berujung Ricuh

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat Pulau Morotai agar selalu melaksanakan tiga M dalam pencegahan demam berdara”. Harapnya.

Adapun 3 M yang dimaksut yakni, Menutup: tutuplah segala tempat yang bisa menampung air, baik di dalam maupun di luar rumah, agar tidak tergenangi air hujan. Karena nyamuk betina memanfaatkan air yang tergenang sebagai tempat bertelur.

Kedua, Menguras: kuraslah tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, akuarium, dan vas bunga satu hingga dua kali seminggu. Siklus metamorfosis nyamuk, mulai dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa, berlangsung selama 8-10 hari. Dengan mengosongkan tempat-tempat penampungan air secara berkala, Anda memutus siklus hidup nyamuk.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Covid 19, Brigpol Indra Kurniawan Bagikan Masker pada Masyarakat

Ketiga, Mengubur: kuburlah semua objek yang bisa menampung air, seperti kaleng bekas atau wadah plastik.

Selain itu pemberantasan nyamuk juga bisa dengan cara fogging atau pengasapan pada setiap sarang nyamuk. “Namun, hal tersebut hanya membunuh nyamuk dewasa selama tiga hari. sementara bintik-bintik nyamuk hanya dapat di bunuh dengan pemberian bubuk Abate”. Jelasnya (Endi/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 1:25 am

Paling Populer

Headline News