Harga Karet Turun Drastis, Harga BBM Naik Petani di PALI Mengeluh

Pali Sumsel, wartaterkini.news–Harga karet di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Propinsi Sumatra Selatan, turun drastis hingga mencapai 40 persen.

Hal itu membuat Petani Karet Rakyat mengeluh karena omzet berkurang dan bahan-bahan sembako mulai merangkak naik ditambah lagi pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Satu di antaranya, petani karet warga Desa karang agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI, Tasi membeberkan, turunnya harga karet ini sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Ia juga sebutkan, bahwa harga karet biasanya Rp 9 ribu- Rp10 ribu per Kilogram, kini hanya Rp5000 per Kg.

“Turun drastis dalam beberapa pekan terakhir, Biasanya kita jual Rp 9 ribu- Rp10 ribu per Kilogram, sekarang cuma Rp.5.000 sampai Rp6.000 ribu rupiah kita jual ke pengumpul,” ujar Tasi warga Desa karang agung Abab, kepada media ini, Minggu (04/09/2022).

Baca Juga :  Sosialisasi Peningkatan Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Dimasa Pandemi COVID 19

Tasi juga mengeluh dimana terkait pemerintah akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tentu akan berimbas kepada kenaikan harga-harga bahan pokok serta pastinya berimbas kepada rakyat kecil.

“Kalau nantinya harga BBM naik tentu bahan-bahan pokok pun pasti ikut naik dan berimbas kepada para petani-petani kecil seperti kami, dimana omzet pendapatan kami berkurang karena harga karet terjun bebas, ditambah lagi harga bahan-bahan pokok naik dan juga harga BBM naik yang mana kami pergi ke kebun harus menggunakan kendaraan tentu mau tidak mau harus pakai BBM, jadi rasanya tidak imbang kebutuhan semakin meningkat akan tetapi pendapatan terus berkurang”,keluhnya

Baca Juga :  Pasca Kenaikan Harga BBM Polres PALI Jaga Keamanan SPBU

Ditambahkan Tasi dirinya meminta kepada pemerintah khususnya pemerintah kabupaten PALI agar memberikan solusi kepada masyarakat terkait harga karet yang tidak stabil dan juga harga-harga bahan pokok yang mulai merangkak naik, apalagi ditambah kondisi tanaman karet yang tidak normal karena rentan terhadap penyakit gugur daun sehingga terus mengurangi produksi karet serta dampak dari kenaikan harga BBM.

Baca Juga :  Hasil Galang Dana, FRPB Pamekasan Distribusi 4 Kursi Roda bagi Penyandang Disabilitas

“Kami berharap kepada pemerintah agar kiranya dapat memberikan solusi terkait turunnya harga karet serta dampak dari kenaikan harga BBM dan juga memberikan solusi terkait penyakit gugur daun pada tanaman karet yang mengurangi produksi apalagi kita tau sendiri rata-rata di PALI ini kebanyakan masyarakat berprofesi sebagai petani karet”,tambahnya

Selain Tasi, petani karet lainnya Marlion (41) juga merasakan dampak penurunan harga karet rakyat ini.

“Penghasilan kita jelas berkurang dengan harga seperti ini,dimana kebutuhan makin meningkat akan tetapi omzet pendapatan semakin berkurang”,ujar Marlion sedih (Heri/red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini