Gubernur Sumsel Kunjungi Ponpes Nurul Istiqomah

Palembang Sumsel, wartaterkini.news–Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengunjungi Ponpes Nurul Istiqomah, Desa Windusari Kecamatan Belitang Jaya, Kabupaten OKU Timur, Selasa (2/11).

Selain memberikan bantuan pembangunan asrama, kedatangannya kali ini juga dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah bersama warga Desa Windusari.

Saat memberikan bantuan, Gubernur HD tampak didampingi Bupati Kab OKU Timur H. Lanosin Hamzah, Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Sumsel Hj Samantha Tivanny HD B.Bus, tokoh masyarakat OKUT Melinda serta sejumlah Pengasuh Ponpes Nurul Istiqomah KH. Rosyid Hamdany SPd.I. Penceramah dari Lampung Timur KH. Imam Muhtarom, Camat Belitang Raya Yuni Haryanto S.ST dan Kepala Desa Windusari Mulyadi, dan pengurus Yayasan Ponpes Nurul Istiqomah.

Baca Juga :  Seluk Beluk “Simon Bageur” Alat Peringatan Dini Bahaya Besutan Tekmira

Selain di Desa Windusari, Kecamatan Belitang Jaya Kabupaten OKU Timur, Gubernur Sumsel H. Herman Deru juga menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah di Desa Karang Endah Kecamatan Semendawai Suku III Timur, Kabupaten OKU Timur, tepatnya di Masjid Jami Darussalam.

Tak hanya ikut merampungkan pembangunan masjid, HD dalam sambutannya juga mengajak masyarakat memaknai peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini dengan meneladani akhlak Rasulallah.

Baca Juga :  PT. Suksesindo Digital Filantropi Cabang Banyuwangi Menggelar Soft Opening

Menurut HD Nabi Muhammad SAW adalah contoh pribadi yang memiliki akhlak mulia. Bahkan jauh sebelum diangkat menjadi Rasul, beliau sudah terkenal atas sifat kejujurannya, sehingga mendapat julukan Al-Amin. Sejak kecil memiliki etos kerja yang tinggi, dan juga memiliki jiwa kepemimpinan yang demokratis, arif dan bijaksana, sehingga berhasil membangun tatanan masyarakat yang beradab.

“Keteladanan beliau inilah yang tentu saja masih sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan kita. Mengapa ?
Pertama, karena beliau berhasil memimpin sebuah bangsa yang majemuk, dengan mengayomi semua kelompok masyarakat, membangun toleransi serta menjaga kerukunan umat. Kemajemukan tersebut tentu tidak jauh berbeda dengan kondisi bangsa kita, yang masyarakatnya berbeda-beda suku, agama, ras dan golongan,” jelas HD. (Ril/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini