Gempa Bumi M 6,7 Guncang Samudera Hindia di Selatan Jawa

oleh -236 views

Jakarta, wartaterkini.news–Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo M 6,7 pada Sabtu, 10 April 2021 pukul 14.00.16 WIB di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa.

“Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo M 6,7 kemudian diup date menjadi magnitudo Mw=6,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 km arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) pada kedalaman 80 km,” jelas Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno melalui keterangan tertulis kepada infopublik.id, Sabtu (10/4/2021).

Baca Juga :  Wakil Bupati Kubu Raya Nyatakan Diri Positif Covid-19

Ia menjabarkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Adapun guncangan gempa bumi ini, lanjut Bambang Setiyo Prayitno, memiliki dampak yang berbeda-beda dirasakan pada sejumlah wilayah.
-Daerah Turen V MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun) yakni di Karangkates, Malang, Blitar;

Baca Juga :  BMKG: Cuaca Jalur Mudik Selatan Jawa Cerah Berawan

-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) yakni di Kediri, Trenggalek, Jombang;

-III-IV MMI terasa di Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Yogyakarta, Lombok Barat, Mataram, Kuta, Jimbaran, Denpasar;

-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, getaran yang terasa seakan-akan truk berlalu) di wilayah Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, Banjarnegara;
-II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemdes Lembah Beringin Gelar Sertijab Kepala Desa

Berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga Sabtu, 10 April 2021 pukul 14.25 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.

“Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” imbuh Bambang Setiyo Prayitno. (Infopublik/Red)

Print Friendly, PDF & Email