Gegara Berita Tender Proyek Jaringan Air Ijukutu, Wartawan Media Online di Sikka Diintimidasi

Maumere NTT, wartaterkini.news–Elisabeth Mardad, wartawan media online Floresku.com di Kabupaten Sikka merasa diintimidasi oleh seorang ASN terkait berita tender proyek Jaringan Air Bersih IKK Kecamatan Paga dari Mata Air Ijukutu yang ditulis di medianya.

Kejadian berawal saat ia ditelpon oleh seorang yang ia kenal bernama Albino Siku, Selasa (01/02/2022) sekitar pukul 19.23. Kepadanya, Albino meminta agar dia menghapus berita tentang pendapat hukum dari Kuasa Hukum CV. Putra Pratama, Fransisco Soarez Pati, SH., yang berjudul “Terkait Kisruh Proyek Jaringan Air Ijukutu, Kuasa Hukum CV. Putra Pratama Surati Bupati Sikka”.

“Saya dihubungi oleh Albino Siku. Dia minta saya hapus berita. Lalu saya tanya, berita yang mana?. Dia bilang berita tentang Proyek Air Ijukutu, Paga. Saya tanya, kenapa harus dihapus, alasannya apa?. Lalu dia menyuruh saya untuk datang ke rumah di Kilo 2, depan Pura, Kelurahan Kota Uneng untuk mendapat penjelasan,” beber Mardat.

Mardat yang saat itu lagi bersama Karel Pandu, seorang rekan Wartawan langsung menuju ke alamat dimaksud. Sampai di gang depan Pura, ia lalu menghubungi Albino Siku melalui WhatsApp untuk menanyakan alamat yang dimaksud. Lantas Albino Siku mengarahkannya menuju rumah tersebut.

Baca Juga :  Surati Bupati Sikka, Kuasa Hukum CV Putra Pratama Minta Batalkan Pemenang Tender Jaringan Air Ijukutu

Mereka lalu menuju rumah dimaksud. Setiba di rumah tersebut, sedang ada acara. Ada beberapa tamu diantaranya, ada beberapa ASN, seorang Anggota DPRD Sikka, ada juga beberapa tamu lainnya.

“Kami ditawari minum, kami lalu minta air putih. Dan kami disuguhkan air mineral. Setelah itu kami ngobrol-ngobrol,” ungkap Mardat.

Mardat mengaku kalau saat itu ia terlibat pembicaraan dengan salah seorang yang ia ketahui sebagai seorang ASN di salah satu instansi pemerintah di Sikka. Orang itu menanyakan dirinya dari media mana. Mardat lalu memberitahukan nama media tempat dia bekerja.

“Entah bagaimana, tiba-tiba dia bilang, Kamu Wartawan Saya Bisa Beli. Sontak saya langsung menanyakan balik. Wartawan siapa yang bisa dibeli dan siapa yang membeli?” tanya Mardat.

Mardat mengaku, orang itu tak menjawab pertanyaannya. Orang itu menanyakan lagi, apakah Mardat sering menulis atau tidak. Lalu dijawab Mardat, bahwa ia biasa menulis.

“Dia menanyakan soal integritas saya sejauh mana. Lalu dia tanya lagi soal pemberitaan dalam 1 atau 2 hari terakhir. Saya bilang berita ada banyak. Berita yang mana?. Lalu dia tanya pemberitaan dari Lawyer Putra Pratama. Lalu saya jawab, kalau itu berita saya siang tadi,” ucap Mardat.

Baca Juga :  Pemkab Morotai Lepas 30 Pendeta Pergi Wisata Rohani ke Yerusalem

Mardat menambahkan, orang itu lalu bertanya darimana ia mendapatkan data. Mardat menjawab dengan bertanya balik, apakah tidak membaca beritanya, sebab didalam berita ada tercantum nama narasumber.

“Dia tanya ulang. Dari Lawyernya. Lalu saya jawab iya dari lawyernya. Lalu dia mengambil hp nya dan melakukan video call dengan lawyer yang dimaksud dalam berita. Namun dia matikan. Saya lalu meminta dia untuk kembali menelpon. Namun ketika dihubungi kembali, orang yang ditelpon tersebut tidak menjawab,” jelas Mardat.

Mardat melanjutkan, ia juga sempat ditanya tentang sikapnya sebagai wartawan.”Saya tanya balik ke dia, menurutnya bagaimana?. Dia tidak jawab, lalu dia tanya lagi kamu punya nyali?. Saya lalu tidak menjawab. Karena saya sudah tidak nyaman, saya dengan om Karel pamit pulang dari rumah itu.

Sementara itu, Albino Siku yang dihubungi via telpon, Selasa (01/02/2022) malam terkait permintaan agar Mardat menghapus berita dimaksud mengaku kalau itu hanya trik.

Baca Juga :  Angka Kasus Positif Covid Turun, Pemkab Bekasi Genjot Vaksinasi

“Itu hanya trik saja, pengaruh dari tadi kami duduk-duduk, pengaruh mereka marah-marah, hanya trik saja supaya Mardat kasi hapus,” jelas Albino.

Entah apa trik yang dimaksudkan, Albino kemudian ditanya apa alasan permintaanya untuk menghapus berita dan kapasitasnya sebagai apa?, Albino kembali mengatakan kalau itu hanya trik saja.

“Itu hanya trik saja. Saya sudah kasitau Mardat. Bukan suruh dia hapus, tidak. Saya hanya trik saja untuk tenangkan situasi. Saya hanya kasi tau Mardat supaya hapus itu berita karena mereka sudah mabuk semua,” jelas Albino.

Sementara itu, Karel Pandu, kepada Media membenarkan kalau dirinya dan Mardat pergi ke sebuah rumah di Kilo 2.

“Sampai disana, kami ngobrol. Mardat duduk disamping saya. Mardat kemudian terlibat pembicaraan dengan si ASN tadi. Saya ikuti apa yang mereka bicarakan. Si ASN ini kelihatannya seperti tidak puas dengan berita. Saya heran, apa hubungannya dengan persoalan yang ditulis oleh Mardat,” tutur Karel. (Frans Dhena/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini